Komisi III Apresiasi Langkah Cepat BEM dan IKM FH UI Tangani Kasus Pelecehan Seksual

suarasurabaya.net
6 jam lalu
Cover Berita

Habiburokhman Ketua Komisi III DPR RI menilai langkah yang diambil Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH UI dan Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) FH UI terkait kasus pelecehan seksual patut diapresiasi.

Menurutnya, inisiatif mahasiswa menggelar forum terbuka semacam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Aula FH UI menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan keadilan.

“Kami mengapresiasi BEM FH UI dan IKM FH UI yang merespon cepat kasus kekerasan seksual yang diduga melibatkan 16 mahasiswa dengan menggelar semacam ‘RDPU’ secara terbuka,” ujar Habiburokhman dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).

Dia menjelaskan, forum tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa, khususnya mahasiswi, untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada para terduga pelaku terkait motif tindakan mereka.

“Kami lihat para mahasiswi dan mahasiswa bisa berbicara tegas secara langsung dengan para terduga pelaku untuk mempertanyakan motif mereka,” lanjutnya.

Habiburokhman menilai, kasus pelanggaran seperti ini bisa terjadi di berbagai tempat. Namun, yang menjadi poin penting adalah bagaimana respons institusi dalam menanganinya.

“Fenomena adanya oknum yang melakukan pelanggaran bisa terjadi di mana saja, tapi respons BEM UI dan IKM FH UI sangat baik karena mengutamakan kecepatan, keterbukaan, dan ketegasan,” katanya.

Habiburokhman menyatakan keyakinannya bahwa kasus ini dapat diselesaikan secara adil, dengan tetap menekankan pentingnya pertanggungjawaban bagi pihak yang terbukti bersalah.

“Kami percaya kasus kekerasan seksual ini bisa diselesaikan dengan baik, dalam artian mereka yang bersalah dimintai pertanggungjawaban yang setimpal,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sebanyak 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia mengakui melakukan pelecehan seksual secara daring terhadap 27 korban melalui grup WhatsApp dan LINE.

Dimas Rumi Chattaristo Ketua BEM FH UI mengatakan kasus ini terungkap setelah para pelaku menyampaikan permintaan maaf di grup angkatan pada Sabtu (11/4/2026) dini hari tanpa penjelasan yang jelas.

“Beberapa jam kemudian, muncul unggahan di media sosial yang menjelaskan latar belakangnya. Kebanyakan bentuknya adalah pesan yang merendahkan, dengan nuansa seksual,” ucap Dimas.(faz/rid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Totalitas Jadi Chef! Sha Ine Febriyanti Rela Panas-Panasan di Dapur Demi Serial Luka, Makan, Cinta
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Rossa Sakit Hati Dituduh Gagal Oplas, Psikisnya Jadi Terganggu
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Dana Darurat vs Investasi Mana yang Harus Didahulukan saat Krisis? Ini Jawaban Ahli
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Agensi Umumkan DKZ Resmi Dibubarkan, Ini Aktivitas Para Anggota Selanjutnya
• 4 jam lalucumicumi.com
thumb
OTT Bupati Tulungagung, KPK Dalami Aliran Dana Hasil Pemerasan
• 21 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.