Pantau - Pemerintah Provinsi Papua Barat menyiapkan program beasiswa khusus pendidikan kedokteran bagi Orang Asli Papua (OAP) untuk mengatasi kekurangan tenaga medis terutama di wilayah terpencil.
Beasiswa dengan Syarat Wajib MengabdiKepala Dinas Pendidikan Papua Barat Barnabas Dowansiba mengatakan program ini merupakan bagian dari Program Papua Barat Cerdas dengan dukungan biaya sekitar Rp100 juta per orang per tahun.
Ia mengatakan, "Setiap penerima wajib menandatangani surat perjanjian bermeterai sebagai komitmen untuk kembali dan mengabdi di Papua Barat setelah menyelesaikan pendidikan."
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil setelah evaluasi menunjukkan banyak penerima beasiswa sebelumnya tidak kembali ke daerah asal usai lulus.
Program ini saat ini masih dalam tahap penyusunan standar operasional prosedur (SOP) termasuk penentuan kuota penerima dan akan mulai dijalankan pada April 2026.
Fokus Isi Kekurangan Dokter di Daerah TerpencilBarnabas menjelaskan beasiswa hanya diberikan kepada mahasiswa OAP yang aktif kuliah dengan melengkapi dokumen seperti surat keterangan kampus, kartu mahasiswa, dan transkrip nilai.
Pemerintah provinsi juga telah berkoordinasi dengan tujuh kabupaten untuk menempatkan lulusan dokter guna mengisi kekosongan tenaga kesehatan di fasilitas layanan.
Ia mengatakan, "Karena biaya pendaftaran awal masuk kuliah tidak ditanggung pemerintah provinsi."
Ia mencontohkan daerah seperti Pegunungan Arfak dan Manokwari Selatan yang masih kekurangan tenaga dokter di puskesmas.
Barnabas menegaskan kembali, "Sekali lagi saya tekankan, penerima harus tanda tangan perjanjian. Sebab, tahun-tahun sebelumnya, sudah biayai, tapi setelah lulus tidak mau kembali mengabdi."
Program ini diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua Barat.




