Proses persalinan selalu jadi momen tak terlupakan bagi para ibu, bagaimana pun kondisinya. Persalinan yang penuh tantangan dan perjuangan, hingga persalinan yang tergolong mudah dan lancar, semuanya akan selalu jadi pengalaman yang tak terlupakan.
Begitu juga dengan pengalaman para ibu yang tergabung di komunitas Teman kumparanMOM. Di grup WhatsApp Mom Hebat Squad, para ibu berbagi cerita terkait pengalaman mereka saat melahirkan.
Berikut kumparanMOM rangkum 3 kisah di antaranya.
Kisah Persalinan Teman kumparanMOM1. Lahir Spontan
Dina Sulistyowati Pratiwi (30 tahun), menceritakan pengalamannya lahiran anak ketiga yang tak terlupakan. Bukan karena tantangannya, tapi justru spontanitasnya.
“Yang paling berkesan lahiran anak ketiga. Spontan banget! Bukaan 3 langsung loncat ke 10 saat aku jalan dari ruangan sebelah ke bed persalinan karena ketuban sudah rembes. Bidannya lagi sibuk—yang satu ambil antibiotik, yang satu mau pasang infus. Eh, tiba-tiba bayinya sudah keluar sendiri!" kata Dina.
"Ayahnya sampai teriak (memanggil bidan), ‘Bu, bayinya sudah keluar!’ Masya Allah, dokternya bahkan belum datang karena info terakhir masih bukaan 3. Tahu-tahu si kecil sudah ‘launching’ tanpa aba-aba," ujarnya mengenang pengalaman melahirkan 2 bulan lalu ini.
2. Perjuangan VBAC
Lain halnya dengan Shenna FF (30 tahun). Pengalamannya melahirkan anak kedua 5 tahun yang lalu, justru penuh perjuangan.
“Waktu hamil kedua, aku mengalami SPD (symphysis pubis dysfunction). Jalan sakit, pakai celana pun sakit karena tulang panggul nyeri. Tapi aku berusaha banget untuk bisa VBAC (lahiran normal setelah operasi caesar). Alhamdulillah, dengan usaha dan tekad, akhirnya berhasil VBAC," tuturnya.
"Tapi memang tidak mudah, apalagi kalau pakai BPJS. Biasanya kalau sudah caesar, akan disarankan caesar lagi. Kecuali kehamilannya tanpa penyulit dan dapat dokter yang pro VBAC. Aku sendiri sampai harus siapkan dana pribadi untuk bisa lahiran normal di rumah sakit," imbuh Shenna.
3. ERACS yang Sempat Bikin Trauma
Empat tahun lalu, Mira (35 tahun) mengalami persalinan yang menantang, bahkan sempat membuatnya trauma melahirkan.
“Pengalaman caesar anak kedua benar-benar nggak bisa dilupakan, bahkan cukup bikin trauma untuk punya anak lagi dalam waktu dekat," kata perempuan bernama lengkap Mira Andrea ini.
Ia menyebut, jarak anak pertama dan keduanya terlalu dekat, sehingga jahitan caesar bagian dalam, belum pulih sepenuhnya. Ia akhirnya memilih metode ERACS.
"Lahiran H-2 Lebaran, dokter sudah mengingatkan kalau dosis obatnya beda dan mungkin akan terasa lebih sakit. Dan ternyata benar, selama operasi aku merasa susah napas, sayatan terasa, bahkan bisa melihat prosesnya dari pantulan lampu operasi. Sampai akhirnya bayi diangkat dan dokter bilang, ‘Ini anaknya laki-laki lagi ya Bu, sehat'," kenang Mira.
"Yang paling membekas justru proses operasinya. Setiap ingat, perut rasanya cenut-cenut. Tapi memang, perjuangan ibu, baik melahirkan normal maupun SC, luar biasa. Semoga anak-anak kita tumbuh penuh kasih sayang untuk orang tuanya," tutupnya.
Nah Moms, setiap cerita ini mengingatkan bahwa tidak ada pengalaman melahirkan yang “biasa saja”. Semua ibu adalah hebat, dengan cara dan perjuangannya masing-masing. Setuju, Moms?





