Debat Komisi IX DPR dengan Menkes-Mensos Gegara Kesepakatan Rapat PBI BPJS

detik.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Rapat kerja Komisi IX DPR dengan Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul diwarnai perdebatan. Pimpinan hingga anggota Komisi IX DPR menyebut Menkes dan Mensos tak menjalankan kesepakatan rapat dengan DPR terkait 11 juta peserta PBI BPJS.

Momen debat itu terjadi setelah Mensos selesai menyampaikan pemaparan rapat di Komisi IX DPR kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris memotong jalannya rapat menanyakan kesepakatan rapat pada 9 Februari 2026.

"Sori ya sebelum kita lanjut, kenapa saya katakan penegasan ini penting di awal? Supaya frekuensinya sama, semua yang ada di sini. Berarti kesepakatan rapat yang pernah dibuat di Komisi IX maupun di pimpinan DPR tanggal 9 Februari kan tidak dijalankan," kata Charles Honoris.

Charles menyebut, berdasarkan kesimpulan rapat itu, harusnya pemerintah mengaktifkan kembali 11 juta peserta PBI BPJS yang sempat dinonaktifkan sehingga mendapat layanan BPJS.

Baca juga: 242 Ribu PBI JK Sudah Direaktivasi, Termasuk 103 Ribu Penderita Katastropik

"Kan kesepakatan rapatnya adalah 11 juta yang dinonaktifkan tetap mendapatkan layanan selama 3 bulan. Sedangkan kalau dari paparan yang baru saja kita lihat, yang direaktivasi awalnya hanya 100 sekian ribu ya, yang merupakan pasien catastrophic dan lain-lain sekarang menjadi 2 juta sekian," ucap Charles.

"Artinya, masih ada sekitar 9 juta orang yang tidak bisa mengakses layanan sampai hari ini. Gitu ya, kurang lebih ya. Ini biar frekuensinya sama dulu nih, ya," lanjut dia.

Menkes Budi lalu menjawab bahwa 9 juta yang belum direaktivasi tetap mendapatkan layanan. Pelayanan tersebut sesuai dengan kesepakatan dengan DPR pada Februari lalu.

Baca juga: Menkes Ungkap Anomali BPJS: Uang Dibayar Tak Semua untuk Orang Termiskin

"Bapak, kalau boleh meluruskan penegasannya boleh? Supaya sama gitu, Pak. Jadi, yang 11 juta ini, kalau mereka datang ke layanan kesehatan akan dilayani. Jadi Kementerian Kesehatan sudah mengeluarkan surat, untuk 11 juta orang ini, sesuai dengan kesepakatan DPR, kalau mereka sakit, datang ke rumah sakit, itu akan dilayani," jawab Budi.

"Dan mereka diminta mereaktivasi segera yang prosesnya sudah difasilitasi oleh Kemensos, dengan asumsi apa? Supaya kalau mereka memang ternyata ada desil 10, ya kita minta reaktivasinya masuk ke apa PBPU mandiri. Jadi, jadi untuk meluruskan saja bahwa yang 11 juta ini tetap dilayani," sambungnya.

Sementara itu, Mensos lalu meminta agar kesepakatan rapat bersama DPR pada 9 Februari dibuka. Menurut Mensos, hal tersebut perlu dilakukan agar ada kesepahaman antara pemerintah dan DPR.

"Jadi gini, kalau biar sama frekuensinya, dibuka saja hasil kesepakatan dengan DPR yang tadi saya sebut tiga yang lain. Coba dilihat satu per satu. Kita buka hasil kesepakatannya biar frekuensinya sama. Nanti tafsirnya kita berbeda. Jadi lebih baik kita kembali kepada keputusan tertulis, kesepakatan tertulis tanggal berapa tadi itu, 9 Februari. Kita buka bersama-sama. Kalau nanti nggak ada pedoman repot ya," tutur Gus Ipul.




(maa/rfs)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peron 6-8 Stasiun Bogor Ditutup, Penumpang Harus Berbagi Jalur hingga Terjadi Desak-desakan
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Prediksi 2026, Ekonomi Indonesia dalam Tekanan
• 14 jam lalukompas.id
thumb
Kasus Kematian Bripda NS di Mes: Tiga Polisi Diperiksa di Propam Polda Kepri, Didalami soal Peran
• 58 menit lalukompas.tv
thumb
Dukung Ketahanan Energi, RATU Terus Buru Aset Migas Baru
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Maraknya Rokok Ilegal Sebabkan Pendapatan Cukai di Sulsel Anjlok
• 11 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.