Cegah ASN Keluyuran saat WFH, Pemda DIY Gunakan Geo-Tagging

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pemda DIY melaksanakan work from home (WFH) untuk pertama kalinya pada hari ini, Rabu (15/4). Pemda DIY memilih WFH pada hari Rabu agar tidak menimbulkan kesan libur panjang jika diterapkan pada hari Jumat.

"Memang terus terang, ini kan baru yang pertama. Saya sudah menyampaikan kalau before and after, ketika belum dilakukannya program WFH ini, mungkin dari sisi pengeluaran nanti terkait dengan anggaran pembayaran listrik dan lain-lain, itu bisa dilihat," kata Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti di Kepatihan Pemda DIY, Rabu (15/4).

WFH juga dapat menekan penggunaan BBM mobil dinas karena pada hari ini kendaraan hanya terparkir di kantor. Namun, Made menekankan kualitas pelayanan tidak boleh menurun.

Salah satu yang dilakukan Pemda DIY adalah memastikan ASN tetap bekerja dan tidak keluyuran dengan presensi jarak jauh melalui geo-tagging.

"Jadi kalau dia (ASN) kemudian absen (presensi), misalnya di rumah (geo-tagging-nya), rumahnya mana, begitu ya. Nanti kalau dia jalan-jalan, dia susah juga. Dia tidak bisa absen (presensi). Kan yang dimasukkan itu koordinatnya, titik-titik koordinat (rumah)," katanya.

Saat ini, presensi hanya dilakukan dua kali seperti saat berkantor, yakni pagi dan sore ketika pulang bekerja. Made sedang mempertimbangkan apakah perlu presensi tiga kali.

"Mau tiga kali atau dua kali. Kalau dua kali kan seperti normal, pagi dan nanti pulang sore. Kalau mau tiga kali, sesi siang bisa dilihat kembali. Posisinya dia bagaimana," katanya.

"Iya (siang tidak keluyuran), ini kan kita juga masih lihat dulu seperti apa," bebernya.

Sementara itu, soal penghematan bahan bakar pribadi ASN saat WFH, Made mengatakan ada persoalan ketika ASN tersebut setiap hari memang rutin antar-jemput anak sekolah.

"Kalau bicara bahan bakar, kita masih mikir kalau dia (ASN yang WFH) punya anak sekolah, tetap saja dia mengantar. Ini kan dia mengantar sekolah sekalian ke kantor (saat tidak sedang WFH), lalu menjemput," katanya.

"Tapi ya sudahlah, kita mendukung semua program pemerintah. Mudah-mudahan ini juga menjadi bagian dari sikap kita untuk hemat. Ke depan kan hemat, tidak hanya pada kondisi seperti ini," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mana yang Paling Pas untuk Bisnis Kamu: QRIS Dinamis atau Statis?
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Berita Foto: Pembangunan Stasiun JIS Capai Kemajuan, Ditargetkan Beroperasi Juni 2026
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Banjir Permintaan Imbas Perang, Pupuk Indonesia Siap Ekspor 1,5 Juta Ton Urea
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Menhaj Ingatkan WNI Jangan Nekat Pergi Tanpa Visa Haji Resmi
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: Sesi Latihan Arsenal Jelang Leg Kedua Perempat Final Liga Champions
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.