Dua Kali Kalah dari Kimi Antonelli, George Russell Diminta Stop Pertahankan Hal Ini di Persaingan Gelar F1 2026

tvonenews.com
7 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Eks pembalap Formula 1, David Coulthard, menyebut George Russell harus meninggalkan image 'pembalap baik' untuk persaingan di perebutan gelar juara F1 2026.

Sebagaimana kita tahu, saat ini Georg Russell dan rekan satu timnya di Mercedes Kimi Antonelli berada di peringkat teratas klasemen F1 2026.

Mercedes tampil dominan pada tiga seri awal 2026. Namun, Russell baru meraih satu kemenangan dan tertinggal sembilan poin dari Antonelli.

Dua pembalap Mercedes AMG-Petronas, George Russell dan Kimi Antonelli
Sumber :
  • Reuters

Maka dari itu lah, David Coulthard menyebut jika Russell harus melepas image 'baiknya' di tengah persaingan dengan Kimi Antonelli musim ini.

"Jika saya adalah George Russell, ini adalah zona perang. Tidak ada lagi sikap ramah," kata Coulthard.

"Kami mengatakannya setelah Kimi meraih kemenangan pertamanya. Dan sebenarnya, ada wawancara yang sangat bagus yang saya lihat dengan George dan Toto secara online, di mana mereka seperti melakukan debriefing secara langsung, dan saya pikir sangat bagus bahwa Mercedes membagikannya di media sosial mereka," lanjutnya.

“Hal itu memberi kita wawasan bahwa Toto ada di satu momen mencoba menaikkan mental George, dan di sisi lain, dia akan pergi ke ruangan lain bersama Kimi dan berkata, ‘Kau berhasil, aku percaya padamu, siapa ayahmu?’.” tambahnya.

Driver Tim Mercedes AMG, George Russell
Sumber :
  • F1

Menurut David Coulthard, momen benturan langsung Russell dan Antonelli tinggal menunggu waktu dalam perebutan gelar musim ini.

“Saya pikir George menyadari bahwa ini adalah kesempatannya, dan keuntungan apa pun yang mereka miliki di balapan pembuka ini, perlahan akan terkikis seiring tim pelanggan mereka memahami cara menggunakan mesin mereka, seiring Kimi terus tumbuh kepercayaan dirinya,” ujar Coulthard.

“Anda tidak menginginkan rekan satu tim yang terlalu percaya diri. Anda menginginkan rekan satu tim yang sedikit berpikir, ‘Saya tidak yakin bisa mengalahkannya di kualifikasi’." lanjutnya.

“Percayalah, saya tahu, karena saya pernah memiliki rekan satu tim di mana saya akan duduk di sana melihat catatan waktu putaran di kualifikasi sambil berpikir, ‘Saya punya satu set ban lagi. Saya rasa saya tidak bisa melaju lebih cepat lagi," tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pulihkan Ketahanan Pangan, Satgas PRR Percepat Rehabilitasi 42 Ribu Hektare Sawah di Sumatera
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Drama Besar PSIS Semarang! Di Tengah Ancaman Degradasi Pelatih Andri Ramawi Justru Mengundurkan Diri, Apa yang Terjadi?
• 12 jam laluharianfajar
thumb
AFC Pertimbangkan Tambah Kuota ACL Elite Jadi 32 Tim, Persib Auto Lolos?
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Carlos Queiroz Resmi Ditunjuk Ghana untuk Piala Dunia 2026 dengan Target Tinggi di Grup Berat
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Baleg DPR Sepakat Bentuk Badan Khusus Baru Lewat RUU Satu Data Indonesia
• 8 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.