MALANG, KOMPAS.TV - Di sentra industri keripik tempe Sanan Kota Malang, selain kedelai sebagai bahan baku utama, plastik kemasan juga menjadi bahan yang tak kalah penting untuk membungkus keripik tempe. Karena itulah kenaikan harga plastik sangat berdampak pada umkm seperti keripik tempe.
Nurjanah, salah satu perajin keripik tempe menyebut, dalam kondisi saat ini pelaku usaha seperti dirinya hanya bisa bertahan. Lonjakan harga plastik kemasan hingga 100% membuatnya harus memutar otak. Plastik pembungkus keripik tempe yang sebelumnya Rp 33 ribu per kilogram kini melonjak menjadi Rp 53 ribu.
Untuk bisa bertahan, Nurjanah terpaksa menaikkan harga jual keripik tempe kemasan kecil menjadi Rp 7.000 dari harga sebelumnya Rp 6.500. Kenaikan harga jual sebesar Rp 500 dirasakan Nurjanah sudah cukup tinggi karena jika dinaikkan lebih dari itu hal tersebut akan berdampak besar pada penjualan.
"Kita cuma bertahan saja daripada nganggur. Meningkatnya 100 persen kayaknya, biasanya Rp 33 ribu sekarang naik jadi Rp 53 ribu, yang biasa Rp 48 ribu." Kata Nurjanah.
Perajin oleh-oleh khas Malang keripik tempe ini berharap harga plastik ini bisa kembali normal, karena selain plastik, perajin keripik tempe juga dibebani dengan harga kedelai dan minyak goreng yang juga naik.
Penulis : KompasTV-Malang
Sumber : Kompas TV
- perajin keripik
- imbas harga plastik naik
- harga plastik naik
- berita Malang





