Kepala Badan Pengawas Nuklir PBB atau International Atomic Energy Agency (IAEA), Rafael Grossi, menyebut Korea Utara (Korut) menunjukkan peningkatan serius dalam kemampuan produksi senjata nuklir.
Dalam kunjungannya ke Seoul, Korea Selatan (Korsel) pada Rabu (15/4) Grossi menyebut pihaknya mengonfirmasi adanya lonjakan aktivitas di fasilitas nuklir utama Korut, khususnya di kompleks Yongbyon.
"Dalam penilaian berkala kami, kami dapat mengonfirmasi adanya peningkatan cepat dalam operasi reaktor Yongbyon," ujarnya, dilansir AFP.
Ia menambahkan, peningkatan juga terjadi pada unit pemrosesan ulang, reaktor air ringan, serta fasilitas lain yang mendukung produksi nuklir.
"Semua itu menunjukkan peningkatan yang sangat serius dalam kemampuan Korut di bidang produksi senjata nuklir," katanya.
Temuan ini sejalan dengan laporan Reuters yang menyebut aktivitas Korut di reaktor lima megawatt, fasilitas pemrosesan ulang, dan reaktor air ringan mengalami peningkatan pesat, dengan total arsenal diperkirakan mencapai puluhan hulu ledak .
IAEA juga mencatat keterbatasan pemantauan langsung karena Korut telah menutup akses bagi tim pengawas sejak 2009, sehingga sebagian besar analisis dilakukan melalui citra satelit dan pemantauan jarak jauh.





