Setelah Inggris, Pemerintah Prancis Berencana Batalkan Konser Kanye West di Marseille

tabloidbintang.com
5 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Pemerintah Prancis tengah mempertimbangkan untuk membatalkan penampilan rapper Amerika Serikat, Kanye West, di kota Marseille pada Juni mendatang. Langkah ini dipicu oleh kontroversi pernyataan antisemit yang pernah dilontarkan musisi tersebut.

Menurut sumber yang dekat dengan pemerintah, Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, disebut “sangat bertekad” untuk melarang konser yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni di Stade Velodrome. Ia juga tengah mengeksplorasi berbagai opsi untuk menggagalkan acara tersebut.

Isu ini muncul di tengah sikap tegas sejumlah negara Eropa terhadap Kanye West, yang juga dikenal dengan nama Ye. Sebelumnya, Inggris telah melarang sang rapper masuk ke negaranya, sehingga penyelenggara festival yang semula akan menghadirkannya sebagai penampil utama terpaksa membatalkan acara pada Juli. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, bahkan menyebut keputusan mengundang West sebagai hal yang “sangat mengkhawatirkan”.

Di sisi lain, Menteri Suaka dan Migrasi Belanda, Bart van den Brink, menyatakan bahwa hingga saat ini belum berencana untuk melarang Kanye West masuk ke Belanda.

Sumber yang sama menyebutkan bahwa Nunez telah membahas rencana pelarangan konser tersebut dengan otoritas setempat, termasuk prefek wilayah dan Wali Kota Marseille, Benoit Payan, saat kunjungannya ke kota itu pekan lalu. Payan sendiri sebelumnya telah menyatakan penolakannya terhadap kehadiran Kanye West, dengan alasan tidak ingin Marseille menjadi “panggung bagi mereka yang menyebarkan kebencian”.

Kanye West, 48 tahun, memang kerap menuai kritik tajam akibat pernyataan antisemit serta pernyataan kontroversial lainnya, termasuk ungkapan kekaguman terhadap tokoh Nazi, Adolf Hitler.

Pada Mei 2025, ia bahkan merilis lagu berjudul Heil Hitler, beberapa bulan setelah mempromosikan kaus bergambar swastika di situs pribadinya. Lagu tersebut kemudian diblokir oleh sejumlah platform streaming besar. West belakangan menyampaikan penyesalan atas tindakannya dan mengaitkannya dengan kondisi gangguan bipolar yang dialaminya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejari Banyuwangi dan KPH Banyuwangi Raya Sinergi Tangani Masalah Hukum Hutan
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Hijrah Hati Letda Iswandi: Dari Mati Suri Jadi Pelayan Anak Yatim | Brigade Podcast
• 22 jam lalukompas.com
thumb
BRI Life Sasar Segmen Gaya Hidup Aktif untuk Tingkatkan Inklusi Asuransi
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tentara Zionis Kembali Bunuhi Warga di Seantero Gaza
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
KSP: Program 3 Juta Rumah Dongkrak Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.