Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima audiensi Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) membahas upaya peningkatan kesejahteraan sekaligus penguatan kapasitas guru madrasah melalui pemanfaatan teknologi.
Menurut keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu, pertemuan antara Wapres dengan pengurus PGM yang diadakan pada hari ini tersebut membahas upaya peningkatan kesejahteraan sekaligus penguatan kapasitas guru madrasah melalui pemanfaatan teknologi.
Dalam audiensi tersebut, PGM menyampaikan sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan pelatihan berbasis teknologi hingga tantangan regulasi yang masih dihadapi guru madrasah, khususnya dalam aspek kesejahteraan dan kepastian status kepegawaian.
Baca juga: DPR usul 638 ribu guru madrasah tak bisa jadi ASN diberi insentif
Dalam pertemuan tersebut, Wapres mengapresiasi peran PGM dalam memperjuangkan aspirasi guru madrasah di seluruh Indonesia, menyebutkan bahwa berbagai masukan yang disampaikan akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam merumuskan kebijakan ke depan.
Secara khusus yang menjadi fokus adalah yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan serta penguatan kapasitas guru. Wapres juga menekankan pentingnya pemerataan pelatihan berbasis teknologi agar dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, PGM turut menyampaikan undangan kepada Wapres untuk menghadiri Hari Lahir ke-18 PGM dan PGM Award 2026 di Bandung, sebagai bentuk apresiasi atas perhatian dan dukungan Wapres terhadap penguatan peran guru madrasah.
Baca juga: Wapres sambut ketibaan Presiden usai rampungkan kunjungan di Eropa
Ketua Umum Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Yaya Ropandi menyampaikan pihaknya telah mengusulkan penguatan program pelatihan berbasis teknologi, termasuk di bidang kecerdasan artifisial (AI) dan robotika, sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi guru madrasah.
"Alhamdulillah kami juga menyampaikan bagaimana peningkatan kualitas guru madrasah berkaitan dengan pelatihan AI dan robotika di madrasah. Pak Wapres sudah memberikan sinyal bahwa program itu harus kita lakukan. Bahkan saya mengusulkan agar pelatihan tersebut dapat dilaksanakan di setiap provinsi," ujarnya seusai audiensi.
Selain peningkatan kapasitas, PGM juga menyampaikan kendala dalam peningkatan kesejahteraan guru madrasah.
Terutama terkait belum adanya regulasi yang mengatur pengangkatan guru madrasah swasta sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sekaligus mendorong pemerataan pelatihan berbasis teknologi.
Baca juga: Wapres Gibran dorong penguatan industri gim nasional
Menurut keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu, pertemuan antara Wapres dengan pengurus PGM yang diadakan pada hari ini tersebut membahas upaya peningkatan kesejahteraan sekaligus penguatan kapasitas guru madrasah melalui pemanfaatan teknologi.
Dalam audiensi tersebut, PGM menyampaikan sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan pelatihan berbasis teknologi hingga tantangan regulasi yang masih dihadapi guru madrasah, khususnya dalam aspek kesejahteraan dan kepastian status kepegawaian.
Baca juga: DPR usul 638 ribu guru madrasah tak bisa jadi ASN diberi insentif
Dalam pertemuan tersebut, Wapres mengapresiasi peran PGM dalam memperjuangkan aspirasi guru madrasah di seluruh Indonesia, menyebutkan bahwa berbagai masukan yang disampaikan akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam merumuskan kebijakan ke depan.
Secara khusus yang menjadi fokus adalah yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan serta penguatan kapasitas guru. Wapres juga menekankan pentingnya pemerataan pelatihan berbasis teknologi agar dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, PGM turut menyampaikan undangan kepada Wapres untuk menghadiri Hari Lahir ke-18 PGM dan PGM Award 2026 di Bandung, sebagai bentuk apresiasi atas perhatian dan dukungan Wapres terhadap penguatan peran guru madrasah.
Baca juga: Wapres sambut ketibaan Presiden usai rampungkan kunjungan di Eropa
Ketua Umum Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Yaya Ropandi menyampaikan pihaknya telah mengusulkan penguatan program pelatihan berbasis teknologi, termasuk di bidang kecerdasan artifisial (AI) dan robotika, sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi guru madrasah.
"Alhamdulillah kami juga menyampaikan bagaimana peningkatan kualitas guru madrasah berkaitan dengan pelatihan AI dan robotika di madrasah. Pak Wapres sudah memberikan sinyal bahwa program itu harus kita lakukan. Bahkan saya mengusulkan agar pelatihan tersebut dapat dilaksanakan di setiap provinsi," ujarnya seusai audiensi.
Selain peningkatan kapasitas, PGM juga menyampaikan kendala dalam peningkatan kesejahteraan guru madrasah.
Terutama terkait belum adanya regulasi yang mengatur pengangkatan guru madrasah swasta sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sekaligus mendorong pemerataan pelatihan berbasis teknologi.
Baca juga: Wapres Gibran dorong penguatan industri gim nasional





