jpnn.com, JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan bantuan makanan bagi penyintas gempa bumi di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar pada masa tanggap darurat.
Sebanyak 800 porsi makanan siap saji telah didistribusikan kepada para penyintas yang berada di lokasi pengungsian terdampak bencana.
BACA JUGA: Baznas Turut Berduka atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon
Penyaluran bantuan dilakukan oleh tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) pusat bersama BTB Flores Timur dengan mendirikan dapur umum di Desa Terong dan Desa Hamahala, Kecamatan Adonara Timur.
Selain mendirikan dapur umum, tim juga terus menambah jumlah distribusi makanan seiring dengan meningkatnya kebutuhan para penyintas di lapangan.
BACA JUGA: Baznas Siagakan 21 Pos Mudik Gratis untuk Layani Pemudik Arus Balik Lebaran
Sekretaris Utama Baznas Subhan Cholid, mengatakan pemenuhan kebutuhan pangan menjadi prioritas utama dalam masa tanggap darurat bencana.
“Tim BTB terjun langsung memberikan bantuan bagi para penyintas gempa di Flores. Pada masa tanggap darurat ini, fokus utama kami adalah memastikan mereka aman dan mendapatkan makanan yang layak,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
BACA JUGA: Strategi Komunikasi Baznas Dinilai Mampu Menjawab Tantangan Global
Dia menambahkan, Baznas juga terus melakukan asesmen lapangan untuk memantau kebutuhan mendesak lainnya agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran.
Selain distribusi logistik, tim BTB turut membantu proses evakuasi serta pembersihan puing-puing bangunan yang roboh akibat gempa yang terjadi pada Kamis (9/4/2026).
Berdasarkan data sementara, gempa tersebut menyebabkan kerusakan pada sedikitnya tiga fasilitas umum dan 224 rumah warga dengan tingkat kerusakan bervariasi, serta berdampak pada sejumlah desa di Flores Timur.
Akibat kejadian tersebut, sekitar 1.100 warga mengungsi, baik ke rumah kerabat maupun ke lokasi pengungsian, sementara Baznas terus berkoordinasi dengan BPBD setempat dan relawan guna memastikan penanganan penyintas berjalan optimal. (jlo/jpnn)
Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh




