Grid.ID – Bayangan publik tentang Pengadilan Militer biasanya identik dengan suasana kaku, seragam tegas, dan aura yang mengintimidasi. Namun, pengalaman berbeda justru dirasakan oleh aktris Zaskia Adya Mecca saat mendampingi putrinya, Kala Madali (12), memberikan kesaksian di Pengadilan Militer baru-baru ini.
Kehadiran Kala di meja hijau merupakan buntut dari kasus penganiayaan yang menimpa asisten Zaskia, Faisal, pada September 2025 lalu. Saat itu, Faisal yang sedang mengantar Kala ke sekolah di kawasan Ampera dianiaya oleh oknum anggota TNI berinisial N setelah perselisihan di jalan raya.
Meski sempat mengalami trauma hebat karena menyaksikan kekerasan secara langsung, Kala justru tampil tenang saat bersaksi. Hal ini tak lepas dari pendekatan yang dilakukan oleh pihak pengadilan.
Hakim Lepas Seragam dan Tanya Hobi Bola
Zaskia Adya Mecca mengaku sangat terkejut sekaligus bersyukur melihat bagaimana sistem peradilan memperlakukan saksi anak. Alih-alih suasana yang tegang, para petugas pengadilan justru berusaha menciptakan ruang yang nyaman bagi Kala.
"Aku surprise banget. Pas hari ini Kala dipanggil, penyidik meyakinkan bahwa sidang kalau ada anak itu akan sangat berbeda," ungkap Zaskia Mecca usai sidang di Pengadilan Militer Jakarta Timur, Rabu (15/4/2026).
"Dan tadi aku kaget banget ternyata semua hakim, jaksa, sama petugas ganti seragam, nggak ada yang pakai seragam. Semuanya pakai batik," lanjutnya.
Tak hanya soal pakaian, pendekatan komunikasi yang dilakukan pun jauh dari kesan formal. Hakim justru menanyakan hobi dari anak Zaskia yang menggemari olahraga bola.
"Bahkan Kala dibuat nyaman dulu karena tahu Kala suka bola, ditanya suka bola apa, klubnya apa. Pak Hakim juga bercerita punya anak seusia Kala. Jadi rasanya santai, casual, dan alhamdulillah Kala bisa menjelaskan dengan tenang," tambahnya.
Dalam persidangan tersebut, Kala kembali dipertemukan dengan terdakwa. Berbeda dengan kejadian di jalan raya yang penuh emosi, suasana di ruang sidang justru diselimuti rasa haru.
Terdakwa mengakui perbuatannya dan mengungkapkan penyesalannya yang mendalam. Kala Madali menceritakan bahwa ia telah memaafkan pria yang dulu membuatnya ketakutan itu.
"Dia (terdakwa) minta maaf, jelasin kenapa, jadi aku maafin. Kasihan karena nggak bisa ketemu ibunya, istrinya, dan orang-orang yang disayang untuk jangka waktu yang panjang," tutur Kala dengan dewasa.
Terungkap di persidangan bahwa saat ini terdakwa tengah menghadapi masa sulit. Sang ibu sedang kritis di ICU dan istrinya harus menjalani operasi, namun ia tidak bisa mendampingi karena sedang menjalani masa tahanan sejak laporan pertama masuk.
Di sisi lain, Zaskia sengaja mengajak anak-anaknya yang lain untuk ikut melihat proses hukum ini sebagai pelajaran hidup. Istri Hanung Bramantyo itu ingin anak-anaknya paham bahwa satu ledakan emosi yang tidak terkontrol bisa merusak hidup sendiri dan orang lain.
"Ini jadi pelajaran buat anak-anak aku. Mereka melihat kalau emosi, efeknya seperti apa. Terdakwa kehilangan hubungan dengan dunia luar, bahkan ibunya kritis pun tidak bisa menemui. Kalau marah harus ditahan, kalau meledak ruginya banyak banget," pesan Zaskia.
Meski pihak keluarga sudah memaafkan secara pribadi, proses hukum ditegaskan akan tetap berjalan sesuai undang-undang yang berlaku. Arin Fauzan selalu juru bicara Pengadilan Militer Jakarta, menjelaskan bahwa persidangan akan terus berlanjut ke tahap pemeriksaan barang bukti, tuntutan, hingga putusan akhir untuk menjamin keadilan bagi korban.(*)
Artikel Asli




