JAKARTA, DISWAY.ID - Banjir dan longsor melanda Pasaman Sumatera Barat.
Kecamatan Bonjol dan Kecamatan Simpati, Rabu 15 April 2026, menjadi wilayah yang paling parah terdampak banjir.
Bupati Pasaman, Welly Suhery, S.T., bersama Wakil Bupati, H. Parulian, turun langsung meninjau lokasi bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Kecamatan Bonjol dan Kecamatan Simpati, Rabu 15 April 2026.
Kehadiran pimpinan daerah ini bertujuan untuk memastikan percepatan penanganan infrastruktur yang rusak serta memastikan keselamatan bagi warga yang terdampak.
Setibanya di lokasi, Bupati Welly Suhery menegaskan bahwa keselamatan jiwa warga, terutama lansia dan anak-anak, adalah prioritas mutlak.
"Kami telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk bersiaga 24 jam. Evakuasi harus menjadi prioritas utama. Pastikan tidak ada warga yang terisolasi tanpa bantuan makanan maupun pelayanan medis," tegas Bupati dikutip dari laman resmi Pemkab Pasaman.
BACA JUGA:Banjir Bandar Lampung, 1 Warga Dilaporkan Tewas Tertimpa Talut Rumah di Bumi Waras
Dari pantauan video yang beredar di media sosial, banjir besar membuat rumah-rumah di Pasaman hanya tersisa bagian atap.
Secara khusus, Bupati memberikan perhatian serius pada sektor kesehatan.
Ia menginstruksikan percepatan pemulihan Puskesmas Simpati yang terdampak banjir.
Bupati menekankan bahwa pembersihan dan perbaikan fasilitas kesehatan tersebut harus dilakukan segera agar pelayanan medis bagi masyarakat tidak terhambat di masa darurat ini.
BACA JUGA:Tangsel Siap Berbenah 2027: Fokus Benahi Banjir dan Sampah, Layanan Digital Terpadu Dikebut
Selain itu, Bupati memerintahkan langkah teknis darurat kepada instansi terkait untuk segera memulihkan akses transportasi.
"Fokus kita adalah membuka kembali akses jalan yang amblas agar distribusi logistik tidak terhambat. Tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) sudah dikerahkan untuk melakukan kajian cepat terkait perbaikan jembatan penghubung Kampung Hanguih dan Durian Sikunik," tambahnya.
- 1
- 2
- »





