Hormati Musim Haji 2026, Ulama dan Tokoh Indonesia Serukan Perang Dihentikan

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, H.E. Faisal Abdullah Amody, menggelar acara halal bihalal dan silaturahmi bersama para tokoh, ulama, pimpinan organisasi masyarakat Islam, serta pimpinan pesantren. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Dubes pada 15 April.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani turut hadir dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menyoroti kegagalan perundingan damai antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berlangsung di Pakistan beberapa hari lalu sebagai perkembangan yang tidak positif.

Ia juga menyerukan agar gencatan senjata sementara selama dua minggu antara Iran dan Amerika Serikat–Israel dapat berlanjut menjadi gencatan senjata permanen, sehingga perang benar-benar dihentikan dan tidak berlanjut.

Selain itu, Muzani menyampaikan apresiasi kepada Raja Salman dan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman atas sikap arif dan bijaksana dalam menyikapi konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Seruan tersebut diperkuat oleh para ulama dan tokoh yang hadir, terutama menjelang musim haji 1447 H yang akan segera dimulai.

Dalam sambutannya, ulama kharismatik sekaligus Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Abdul Hakim Mahfudz, menegaskan bahwa ibadah haji merupakan momentum yang sangat sakral, mulia, dan agung bagi umat Islam, yang dilaksanakan di dua tanah suci di Arab Saudi.

"Semua negara harus menjadikan Saudi Arabia sebagai negara yang aman dan tidak ada gangguan sedikitpun, khususnya yang akan berdampak pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2026", tegasnya.

"Mengingat umat Islam akan memasuki musim haji, kita harapkan perang bisa segera berakhir, kita meminta kepada semua pihak yang terlibat dalam perang untuk segera menghentikannya," tegas Kiai Kikin, Pengasuh Pesantren Tebuireng

Para ulama, pimpinan ormas Islam, dan pesantren pun menyerukan agar seluruh pihak menghormati pelaksanaan ibadah haji yang akan berlangsung, sekaligus menghormati kedaulatan setiap negara, khususnya Arab Saudi.

Para hadirin dari berbagai daerah dan latar belakang juga menilai bahwa perang hanya membawa dampak buruk bagi semua pihak, mulai dari krisis energi, ekonomi, peradaban, hingga kemanusiaan.

Sementara itu, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf menyatakan bahwa serangan terhadap Arab Saudi—terutama Makkah dan Madinah—atau tindakan yang mengganggu jalannya ibadah haji merupakan kejahatan serius dan bentuk permusuhan terhadap umat Islam secara keseluruhan.

Ia juga mendorong Indonesia dan negara-negara anggota OKI untuk memimpin upaya global dalam menjamin keamanan Arab Saudi menjelang pelaksanaan ibadah haji.

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid turut menyerukan agar Amerika Serikat, Israel, dan Iran segera menghentikan konflik, mengingat dampaknya dirasakan secara global.

Ia juga mengecam serangan militer yang menyasar fasilitas umum atau non-militer, baik di Iran maupun Arab Saudi, karena bertentangan dengan hukum internasional.

"Karenanya sudah lama saya menolak serangan militer ke sasaran non militer, fasilitas umum baik terhadap Iran seperti ke Sekolah atau Rumah Sakit, maupun terhadap Saudi Arabia yang menyasar Aramco dll. Dan mestinya Iran focus menyerang balik ke Israel saja", tegasnya.

Para ulama dan tokoh sepakat untuk terus mendukung Arab Saudi dalam melayani Haramain asy-Syarifain, serta berharap negara tersebut dapat berperan lebih efektif dalam upaya menyelamatkan dan membebaskan Masjid Al-Aqsha dari penguasaan Israel, demi memperkuat persatuan umat Islam dunia.

Mereka juga menyampaikan apresiasi kepada Arab Saudi atas keberhasilannya menjaga dua tanah suci dengan baik.

Adapun tokoh-tokoh yang hadir antara lain Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, Presiden PKS dan Anggota DPR RI Komisi XIII Almuzzammil Yusuf, Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid, Anggota DPR RI Anwar Sadad, Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid, , Pimpinan Pondok Modern Gontor KH. Hasan Abdullah Sahal, Wakil Ketua Umum MUI KH. Marsudi Suhud, Pimpinan Pesantren Darul Hikmah KH. Ali Mas’adi.

Kemudian, Pengasuh Pesantren Al-Bahjah Buya Yahya, Ketua Umum Jatti KH. Bachtiar Nasir, Pimpinan Pesantren Al-Ikhlas Kuningan sekaligus Presiden Asosiasi Pengasuh Pesantren Indonesia KH. Tata Taufiq, Pimpinan Pesantren Darunnajah Jakarta KH. Sofwan Manaf, Pengasuh Pesantren Al-Amien Prenduan Madura KH. Fauzi Tidjani, Wakil Ketua PWNU Aceh KH. Iskandar Zulkarnain, KH. AR. Hasan, Pimpinan Yayasan Islam Al-Ihsan Jakarta Utara KH. Anizar Masyhadi, serta Pimpinan Pondok Modern Tazakka Batang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi IX Cecar Mensos-Menkes: Baru 2 Juta dari 11 Juta PBI BPJS Direaktivasi
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Yamaha Cup Race Bakal Lombakan Kelas Khusus Motor Matic
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Prabowo akan Resmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk pada Hari Buruh
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Kabar Baik dari Dedi Mulyadi, Selain Renovasi Rumah Kini Ada KUR Perumahan dan Warga Jabar Bisa Akses Langsung
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Inara Rusli Bakal Diperiksa Besok Terkait Kasus Dugaan Perzinaan
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.