Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia telah melakukan kerja sama internasional dengan University of Sydney melalui penandatanganan Sponsored Student Scholarship Agreement. Hal ini dilakukan, sebagai upaya untuk mempererat hubungan Indonesia dan Australia, terutama dalam pengembangan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi.
Pada kesempatan tersebut, penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, bersama Vice-Chancellor and President University of Sydney, Mark Scott, di Kantor Kemdiktisaintek.
Plt. Sesjen Badri menuturkan, dengan adanya kesepakatan tersebut mahasiswa Indonesia dapat memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk melanjutkan pendidikan, baik jenjang sarjana maupun pascasarjana, di University of Sydney.
Selain itu, skema pembiayaan dapat dilakukan secara bersama dan menjadi bagian dari implementasi Beasiswa Garuda, hasil kolaborasi antara Kemdiktisaintek dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Ia menerangkan jika program Beasiswa Garuda sendiri dirancang untuk mencetak sumber daya manusia unggul, khususnya di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
“Selain itu, program ini juga diarahkan untuk mendukung berbagai sektor strategis nasional, seperti ketahanan pangan, energi, maritim, kesehatan, digitalisasi, kecerdasan artifisial, hingga hilirisasi industri,” kata dia kutip Rabu, 15 April 2026
Plt. Sesjen Badri juga menegaskan, bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam mendorong pendidikan tinggi yang berdampak bagi pembangunan nasional.
“Australia merupakan mitra penting dalam pengembangan masa depan Indonesia, khususnya dalam pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Sesuai arahan Presiden, kami memfokuskan pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi yang dapat berkontribusi pada sektor strategis, seperti ketahanan pangan, energi, maritim, dan kesehatan, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan mitra internasional,” ujar Plt. Sesjen Badri.
Tak hanya itu, Kemdiktisaintek juga terus mengintegrasikan program ini dengan inisiatif Sekolah Unggul Garuda sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam menyiapkan talenta unggul sejak jenjang pendidikan menengah hingga perguruan tinggi kelas dunia.
Di sisi lain, Vice-Chancellor and President University of Sydney, Mark Scott, menyampaikan bahwa kerja sama ini semakin mempererat hubungan kedua negara yang telah terjalin lebih dari 75 tahun.
Ia menilai meningkatnya minat mahasiswa Indonesia menjadi momentum penting untuk memperluas kolaborasi di bidang pendidikan dan riset.
“Kami berharap perjanjian baru ini akan meningkatkan jumlah mahasiswa yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk melanjutkan studi di Australia, khususnya pada bidang-bidang prioritas pemerintah Indonesia, termasuk kesehatan, ketahanan pangan, maritim, pertahanan, serta digitalisasi dan kecerdasan artifisial. Dengan keunggulan yang telah terbangun dalam pendidikan dan riset di bidang-bidang tersebut, kami berada pada posisi yang tepat untuk mendukung mahasiswa agar kembali ke tanah air dengan keterampilan dan keahlian yang dapat mendorong kepentingan nasional Indonesia,” ujar Vice-Chancellor and President University of Sydney, Mark Scott.
Kerja sama ini akan berlangsung hingga 1 Oktober 2029. Diharapkan, kolaborasi tersebut mampu meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi kelas dunia, sekaligus memperkuat jaringan riset dan inovasi antara Indonesia dan Australia.
Editor: Redaksi TVRINews





