PLN Pusmanpro Gelar Edukasi Keselamatan Listrik bagi Pelajar di Semarang

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SEMARANG - PT PLN (Persero) Pusat Manajemen Proyek (Pusmanpro) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang menggelar program edukasi serta simulasi siaga banjir bagi siswa SDN 1 Rowosari Semarang pada Rabu (15/4/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya preventif dalam menekan risiko kecelakaan ketenagalistrikan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana hidrometeorologi sejak usia dini.

Kegiatan yang melibatkan 100 siswa dan jajaran guru ini difokuskan pada pemahaman mengenai langkah penyelamatan mandiri dan prosedur keamanan infrastruktur listrik saat debit air meningkat. Dalam simulasi tersebut, personel BPBD memandu evakuasi fisik, sementara tim teknis PLN memberikan demonstrasi mengenai penanganan instalasi listrik rumahan guna mencegah potensi arus pendek maupun risiko sengatan listrik yang fatal di area terdampak banjir.

General Manager PLN Pusmanpro, Aan Ridhoana Fitriaji, mengatakan bahwa pemahaman mengenai aspek teknis kelistrikan harus menjadi pengetahuan dasar bagi masyarakat yang tinggal di zona rawan bencana agar risiko fatalitas dapat ditekan secara signifikan melalui literasi yang tepat.

"Kegiatan kolaboratif bersama BPBD Kota Semarang ini adalah wujud nyata dari implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kami menyadari bahwa mitigasi bencana, terutama keselamatan ketenagalistrikan saat banjir, adalah pengetahuan esensial yang harus ditanamkan sejak usia sekolah dasar. Kami berharap para siswa SDN 1 Rowosari dapat menjadi pelopor keselamatan, baik untuk diri mereka sendiri maupun keluarga di rumah," ujar Aan dalam siaran pers.

PLN menekankan tiga langkah krusial saat genangan air mulai masuk ke permukiman, yaitu mematikan aliran listrik melalui Miniature Circuit Breaker (MCB), mencabut seluruh peralatan elektronik dari stop kontak, serta memastikan jarak aman dari tiang listrik maupun gardu distribusi. Aan menilai edukasi ini penting diberikan mengingat karakteristik air sebagai konduktor listrik yang dapat membahayakan keselamatan jiwa jika tidak ditangani dengan tepat.

Kepala Sekolah SDN 1 Rowosari, Anik Fatayatun, memberikan apresiasi atas kegiatan edukatif tersebut. Menurutnya, simulasi praktis memberikan dampak psikologis yang positif bagi siswa agar tetap tenang namun cekatan dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan tempat tinggal mereka yang rawan genangan.

"Penjelasan yang diberikan sangat mudah dipahami, dan simulasi langsung membuat anak-anak tidak mudah panik namun tahu apa yang harus dilakukan secara tepat, baik untuk menyelamatkan diri maupun mencegah bahaya tersetrum listrik di rumah saat banjir. Ilmu ini sangat berharga bagi warga sekolah kami," ujar Anik.

Sinergi antara PLN dan BPBD ini diharapkan dapat terus menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap bahaya sekunder dari bencana banjir, yakni kegagalan sistem kelistrikan. Melalui edukasi yang menyasar generasi muda, PLN optimis dapat membangun pondasi masyarakat yang tangguh bencana.

Dengan meningkatnya literasi keselamatan kelistrikan, PLN Pusmanpro memproyeksikan penurunan angka kerugian material maupun risiko korban jiwa dalam jangka panjang. Langkah ini sejalan dengan visi keberlanjutan dan perlindungan masyarakat di seluruh wilayah operasional PLN Pusmanpro terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang meningkatkan frekuensi banjir.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Tewas Diduga Dianiaya Senior, 1 Orang Jadi Tersangka dan 3 Diperiksa Propam
• 27 menit lalukompas.tv
thumb
KPK periksa dua kasi MA untuk dalami mutasi tersangka kasus PN Depok
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Hubungan Memanas, Italia Bekukan Kerja Sama Pertahanan dengan Israel
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Paus Leo XIV Kritik Perang Timur Tengah, Trump Balas Kritik Paus Leo | KOMPAS PETANG
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Arsip Foto ”Kompas”: Metamorfosis Simpang Susun Semanggi
• 14 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.