JAKARTA, DISWAY.ID -- Seorang siswa remaja berusia 13 thaun nekat menembak mati sedikitnya empat orang, termasuk tiga teman sekelasnya, dan melukai sedikitnya 20 orang lainnya di sebuah sekolah menengah di Turki tenggara pada hari Rabu, 15 April 2026 waktu setempat.
Penembakan ini menandai serangan sekolah kedua di negara itu dalam dua hari.
Tiga siswa dan satu guru tewas dalam serangan di provinsi Kahramanmaras, dan pelaku penembakan telah menembak dan membunuh dirinya sendiri dalam serangan tersebut.
BACA JUGA:Kapal China Melenggang Keluar Selat Hormuz di Tengah Blokade Amerika
"Seorang siswa kelas delapan datang membawa 5 senjata dan 7 magazin yang kami yakini milik ayahnya seorang mantan petugas polisi, dan disimpan dalam tasnya, memasuki dua ruang kelas tempat siswa kelas lima berada, menyebabkan kematian dan luka-luka tanpa pandang bulu," kata Gubernur Provinsi Kahramanmaras, Mukerrem Unluer di lansir reuters, Rabu, 15 April 2026.
Siswa kelas delapan di Turki biasanya berusia 13 atau 14 tahun, dan siswa kelas lima berusia 10 dan 11 tahun.
Unluer menambahkan bahwa empat dari korban luka berada dalam kondisi kritis dan sedang menjalani operasi.
Penembakan di sekolah sangat jarang terjadi di Turki.
Rekaman yang belum diverifikasi menunjukkan beberapa siswa melompat dari jendela lantai dua di sekolah tersebut saat suara tembakan bergema di sekitar halaman sekolah.
BACA JUGA:Postingan Trump Mirip Yesus Dihapus dari Akun Truth Setelah Dihujat Warga Dunia: Itu Pekerja Palang Merah
Rekaman CCTV yang belum diverifikasi dari sekolah tersebut menunjukkan pelaku menembak dua siswa yang sedang berjalan di lorong.
Rekaman televisi dari halaman sekolah pada hari Rabu menunjukkan ambulans tiba di sekolah tempat polisi dan kerumunan orang berkumpul di gerbang.
Menteri Kehakiman Akin Gurlek mengatakan pada X bahwa penyelidikan telah diluncurkan terkait serangan tersebut.
Sebelumnya, pada hari Selasa, seorang mantan siswa melepaskan tembakan di sebuah sekolah di provinsi Sanliurfa bagian tenggara, melukai sedikitnya 16 orang, termasuk siswa dan guru, sebelum bunuh diri.
Pada hari Selasa lalu, seorang mantan siswa melepaskan tembakan dengan senapan di bekas sekolah menengahnya di distrik Siverek, provinsi Sanliurfa, melukai 16 orang sebelum bunuh diri dalam baku tembak dengan polisi.
- 1
- 2
- »





