Revolusi Otomotif Dimulai: Mobil Tenaga Surya Siap Diproduksi Massal

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Dunia otomotif memasuki babak baru yang menjanjikan. Setelah bertahun-tahun hanya menjadi konsep dan prototipe, mobil tenaga surya kini bersiap melaju ke jalur produksi massal. Inovasi ini digadang-gadang menjadi solusi masa depan untuk mengatasi krisis energi sekaligus mengurangi emisi karbon secara signifikan.

Perkembangan teknologi panel surya yang semakin efisien menjadi kunci utama di balik terobosan ini. Panel generasi terbaru mampu menyerap energi matahari dengan lebih optimal, bahkan dalam kondisi cuaca yang tidak sepenuhnya cerah.

Baca Juga :
Kamera Tilang Baru Ini Bikin Pengemudi Tak Berkutik
Hyundai Tak Tergoda Tren Mobil Murah

Ilustrasi mobil listrik dan panel surya di rumah
Photo :
  • Electrek

Energi yang dikumpulkan kemudian disimpan dalam baterai canggih berkapasitas tinggi, memungkinkan kendaraan tetap beroperasi saat malam hari atau ketika sinar matahari terbatas.

Perkembangan kendaraan listrik kembali memasuki babak baru. Kali ini, perusahaan rintisan asal California, Aptera Motors, tengah bersiap merealisasikan ambisi besar: memproduksi mobil listrik bertenaga surya secara massal.

Perusahaan tersebut menargetkan produksi massal dimulai pada akhir 2026, dengan model edisi perdana yang telah lama dinantikan pasar. Langkah ini menjadi tonggak penting setelah bertahun-tahun pengembangan sejak pemesanan awal dibuka pada 2020. Hingga kini, jumlah peminatnya disebut telah mencapai sekitar 50.000 unit.

Berbeda dari mobil listrik pada umumnya, kendaraan Aptera mengusung desain unik beroda tiga dan mengandalkan panel surya sebagai sumber energi utama. Dalam kondisi ideal, mobil ini bahkan dapat digunakan untuk kebutuhan harian tanpa harus sering mengisi daya listrik dari luar.

Untuk mempercepat realisasi produksi, Aptera telah meningkatkan kapasitas operasionalnya secara signifikan. Setelah melantai di bursa saham NASDAQ pada 2025, perusahaan ini berhasil menarik perhatian investor dan pemasok, sehingga memperkuat rantai produksi dan pendanaan.

Saat ini, pabrik mereka di California tengah memproduksi unit uji coba yang akan digunakan untuk pengujian di jalan raya. Proses manufakturnya sendiri dirancang dalam beberapa tahap, dengan target produksi mencapai sekitar 40 unit kendaraan per shift ketika sistem telah berjalan optimal.

Selain itu, Aptera juga telah memasuki fase penting dengan membangun lini perakitan validasi. Tahap ini menandai peralihan dari produksi prototipe manual menuju sistem produksi yang lebih terstruktur—langkah krusial sebelum masuk ke produksi massal penuh.

Baca Juga :
Ekspor Mobil Indonesia Naik Dua Digit
Jualan 3 Merek Mobil Ini di bawah 10 Unit per Bulan
Peminat Mobil Hybrid Masih Banyak, Ada tapinya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapal Tanker China Tembus Blokade AS di Selat Hormuz
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Kemenag Gelar Workshop Kehumasan untuk Wilayah KTI
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Tekan Potensi Rugi Rp16 triliun, Bendungan Cibeet & Cijurey Dibidik Rampung 2028
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Bertemu empat mata dengan Macron, Prabowo disambut pasukan kehormatan
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Sore Ini
• 18 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.