JAKARTA - Ahli forensik Rismon Sianipar mengaku menjadi korban Artificial Intelligence (AI) atas video yang dipersoalkan mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK). Pasalnya, video tersebut merupakan editan AI sehingga pembuat video itulah yang bertanggung jawab atas isi video tersebut.
"Video yang beredar merupakan hasil rekayasa AI dari video saya di kanal YouTube Balige Academy. Video tersebut direkam pada 11 Maret 2026, sebelum saya ke Solo bertemu Pak Joko Widodo. Video yang beredar sudah dimodifikasi menggunakan AI, saya adalah korban," ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, video tentang JK yang disebut-sebut menjadi pendana Roy Suryo Cs dalam kasus ijazah mantan Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi itu merupakan hasil rekayasa AI. Diduga, video tersebut diambil dari video YouTube yang ada di kanal miliknya, Balige Academy, lalu diedit menggunakan AI.
"Pihak kepolisian perlu melakukan penelusuran forensik digital untuk mengetahui siapa yang pertama kali membuat dan menyebarkan. Saya tidak bertanggung jawab atas isi video hasil rekayasa tersebut," tuturnya.
Baca Juga:Jadwal Salat dan Imsakiyah Makassar Hari Ini, 26 Ramadan 1447 HDia menerangkan, polisi harus menelusuri siapa orang yang membuat video AI tersebut dan menyebarkannya ke media sosial. Ia tidak bertanggung jawab atas video yang dipersoalkan JK tersebut lantaran bukan dia yang membuat atau mengedit video itu menggunakan AI.
"Karena saya sudah pastikan originalitas itu yang merupakan faktor utama dalam digital forensik. Maka, saya tidak bertanggung jawab untuk mengklarifikasi isinya, biarkanlah yang membuat itu," terangnya.
"Dalam digital forensik, yang paling penting adalah originalitas dari sumbernya. Kalau sumbernya saja di YouTube saya tanggal 11 Maret Balige Academy, maka jelas saya tidak terkait apa pun. Saya tidak membuat, memproduksi, apalagi mengatakan itu di dalamnya," imbuhnya.
Rismon pun meminta polisi segera menangkap pelaku pembuatan video AI tersebut. Selama ini, dia mengaku tidak pernah berkomunikasi dengan JK, apalagi menuding JK ataupun elite politik lainnya sebagai orang yang mendanai Roy Suryo Cs karena dia hanyalah rakyat biasa.
Baca Juga:DPR Minta Pemerintah Desa Segera Perbarui Data Penerima Bantuan Sosial"Segera tangkap orang yang memproduksinya. Waduh, siapalah saya bisa berkomunikasi dengan Pak JK, Pak JK adalah bapak bangsa, saya hanya rakyat jelata. Dalam segala macam pembicaraan saya, saya tidak pernah menyebut satu pun elite politik bangsa ini," katanya.




