BEKASI, KOMPAS.com — Kepolisian Sektor (Polsek) Bekasi Selatan masih menyelidiki dugaan pemalakan terhadap seorang penjaga warung tegal (warteg) di kawasan Jalan Raya Pekayon, RT 02/02, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
Kapolsek Bekasi Selatan Komisaris Suparmin mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pria yang diduga melakukan pemalakan tersebut bukan merupakan warga sekitar lokasi kejadian.
“Hingga saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan. Dia (pelaku) warga luar wilayah. Dan baru ini terjadi,” ujar Suparmin saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan, Rabu (15/4/2026).
Baca juga: Penjaga Warteg di Bekasi Diancam Pria Tak Dikenal meski Sudah Beri Rp 2.000
Selain itu, Suparmin menyebut hasil penelusuran anggota di lapangan menunjukkan adanya dugaan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa.
“Berdasarkan keterangan dari anggota, diduga pelaku agak kurang, atau alami gangguan jiwa,” kata Suparmin.
Ia menambahkan, pihak kepolisian telah turun ke lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan setelah video insiden tersebut viral di media sosial dan telah bertemu dengan korban.
“Kami sudah cek ke lokasi kejadian dan bertemu langsung dengan korbannya,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang penjaga warteg bernama Tsani Sholehatun mengaku menjadi korban pemalakan oleh seorang pria tak dikenal. Peristiwa itu terjadi pada Senin (13/4/2026) dan viral setelah videonya diunggah akun Instagram @moviestory_raisan.
Dalam video tersebut, terlihat seorang pria mengenakan kaos dan celana pendek sambil membawa kantong kresek hitam memaksa meminta uang kepada korban yang sedang berjaga di warteg.
Baca juga: Pria yang Palak Penjaga Warteg di Bekasi Diduga Alami Gangguan Jiwa
Tsani sempat menolak, namun akhirnya memberikan uang sebesar Rp 2.000 dan meminta pelaku untuk pergi. Meski demikian, pria tersebut tetap memaksa meminta tambahan uang dan tidak segera meninggalkan lokasi.
“Bapak kan minta, ya? Saya sudah bilang maaf, Pak. Bapak masih maksa!” ujar Tsani dalam video tersebut.
Pelaku juga melontarkan kata-kata bernada intimidatif meski telah menerima uang dari korban.
“Dua kali ya saya bilang. Anda orang kaya, seenaknya ya mulut Anda! Jangan sok pamer mulut Anda! Tangan saya di atas lho, Bu! Kalau maksa, enggak permisi saya. Saya hargain Anda perempuan, saya hargain Anda manusia. Jaga mulut Anda! Enggak tahukah mulutmu adalah harimaumu?” ucap pria tersebut.
Melalui keterangan unggahan di akun Instagram pribadinya, Tsani juga menyebut pelaku sempat mengeluarkan ancaman sebelum meninggalkan lokasi.
“Terakhir sebelum pergi bilang ‘awas ketemu di jalan’, ‘awas saya bakal balik lagi’, ‘jangan salahin kalau rusak-rusak’,” tulis Tsani.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





