Bisnis.com, SEMARANG — Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang terus memacu pengembangan infrastruktur dan ekspansi lahan seiring dengan meningkatnya kepercayaan investor.
Hingga April 2026, tercatat ada 39 perusahaan yang telah menandatangani Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri (PPTI). Adapun sebanyak 20 perusahaan saat ini sedang berada dalam tahap konstruksi.
Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Ngurah Wirawan, mengungkapkan bahwa progres ini menunjukkan dinamika investasi yang stabil dengan rata-rata 3 pabrik hingga 4 pabrik baru yang mulai beroperasi setiap tahunnya.
Dia menyebut ketersediaan lahan pada fase 1 seluas 280 hektare kini hampir habis, menyisakan hanya sekitar 30 hektare, sehingga manajemen mulai memasarkan 200 hektare lahan di fase 2.
"Setiap tahun akan ada tawaran pekerjaan buat rakyat Jawa Tengah, sekitar 3.000 hingga 4.000 pekerjaan. Kami kini fokus pada Fase 2 di bagian timur untuk menampung minat investor yang terus tumbuh," ujar Ngurah pada Rabu (15/4/2026).
Pengembangan ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat manufaktur, tetapi juga bertransformasi menjadi kota mandiri dengan rencana pembangunan hotel, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas rekreasi seperti lapangan golf dan pacuan kuda yang akan diinisiasi tahun ini.
Guna mengantisipasi lonjakan arus barang dari pabrik-pabrik baru, KEK Industropolis Batang dijadwalkan akan melakukan groundbreaking pembangunan dry port seluas 15 hektare pada bulan depan. Fasilitas ini bertujuan untuk mengalihkan pengangkutan logistik dari jalan raya ke moda transportasi kereta api.
Baca Juga
- Perusahaan Plastik Malaysia Ini Bangun Pabrik di KEK Batang, Investasi US$7 Juta
- KEK Batang Gaet Investasi Rp518 Miliar dari Perusahaan Alas Kaki Global
- Prabowo: 20 Perusahaan Siap Investasi di KEK Batang
Ngurah menyebut, langkah ini merupakan implementasi kebijakan pemerintah dalam menekan fenomena Over Dimension Over Loading (ODOL) yang sering merusak infrastruktur jalan nasional.
"Kami menyiapkan dry port supaya produk dari kawasan tidak semua diangkut menggunakan kendaraan trucking. Dengan rel kereta api, daya tahan angkut jauh lebih kuat dan efisien," jelasnya.
Nantinya, produk-produk dari KEK Batang dapat dikirim langsung menuju Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang, Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta atau Tanjung Perak di Surabaya melalui jalur kereta api. Infrastruktur pendukung tersebut diyakini akan memperkuat posisi strategis kawasan ini dalam rantai pasok global.





