Warga Villa Pamulang Mas Tangsel Tolak Tanggul, Khawatir Penebangan Pohon Perparah Banjir

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Warga RT 002/008 Perumahan Villa Pamulang Mas II, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, menolak rencana pembangunan tanggul setinggi satu meter di bantaran kali karena disertai penebangan pohon di sekitar aliran sungai.

Sekretaris RT 002/008, Heri Pratikto (63), mengatakan penolakan terutama datang dari warga yang tinggal paling dekat dengan aliran kali di wilayah RT 02.

Menurut dia, penebangan pohon dikhawatirkan akan memperparah risiko banjir karena berkurangnya daya resap air di kawasan tersebut.

“Kalau pohon-pohon itu dipotong, nanti jadi panas. Resapan air juga berkurang, itu yang dikhawatirkan warga,” ujar Heri saat ditemui Kompas.com di lokasi, Rabu (15/4/2026).

Baca juga: Warga Pamulang Mas Tolak Tanggul 1 Meter, Khawatir Pohon Ditebang dan Resapan Berkurang

Selain itu, warga juga menilai keberadaan tanggul berpotensi menghambat aliran air dari dalam permukiman saat hujan deras.

“Takutnya malah airnya tidak bisa keluar dan jadi tergenang lebih lama,” kata Heri.

Karena itu, warga mengusulkan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan lebih memaksimalkan fungsi saluran air lain yang ada di sekitar lokasi.

Di kawasan tersebut terdapat dua aliran sungai dengan lebar masing-masing sekitar tiga meter, namun kondisi kedalamannya berbeda sehingga salah satu aliran tidak berfungsi optimal selama sekitar 10 tahun.

“Di sebelah sana ada kali juga, dibuat dari tahun 2014, tapi sudah sekitar 10 tahun ini tidak maksimal. Lebih baik itu dikeruk atau diperdalam supaya alirannya lancar,” kata Heri.

Heri menjelaskan, wilayah Villa Pamulang Mas II memang telah mengalami banjir selama lebih dari satu dekade.

Saat hujan deras, ketinggian air dapat mencapai 30 hingga 50 sentimeter dan kerap masuk ke dalam rumah warga.

Baca juga: Usai Banjir di Pamulang Surut, Warga Gerak Cepat Bersihkan Rumah

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Melihat kondisi tersebut, warga berharap pemerintah dapat mencari solusi yang tidak berdampak negatif terhadap lingkungan namun tetap efektif mengurangi banjir.

“Harapannya ada solusi yang sama-sama baik. Kalau bisa pohon tidak ditebang, dan saluran air yang ada dimaksimalkan,” ujar Heri.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alasan Zaskia Adya Mecca Ajak Anak-anak saat Dampingi Kala Jalani Sidang
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Plastik di RI Meledak, Menperin Minta Tolong Ini ke Industri
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Safrizal ZA Paparkan Progres Pemulihan Aceh: Layanan Publik Pulih, Kolaborasi Jadi Kunci
• 11 jam laludisway.id
thumb
Begal Petugas Damkar Jakpus Sempat Ubah Warna Motor Korban Sebelum Dijual
• 6 jam laludetik.com
thumb
Mengurai Deadlock Perundingan Damai Iran-Amerika Serikat
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.