Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto tengah aktif melakukan safari diplomasi ke sejumlah negara strategis. Langkah itu adalah upaya meredam eskalasi konflik internasional melalui jalur dialog.
Nasaruddin mengatakan pemerintah sejalan dengan seruan ulama agar konflik global, termasuk yang berkaitan dengan Israel, diselesaikan melalui pendekatan kemanusiaan.
"Atas dasar itu, maka Bapak Presiden Prabowo juga betul-betul sangat aktif mengunjungi beberapa negara-negara yang sangat penting untuk merajut persamaan pandangan untuk sesegera mungkin menyelesaikan persoalan dengan cara-cara yang sangat dialogis," kata Nasaruddin usai menghadiri Silaturahmi Nasional Ormas Islam dan Halalbihalal 1447 H yang digelar Majelis Ulama Indonesia di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (15/4).
Cegah Korban KemanusiaanIa menegaskan diplomasi tersebut bertujuan mencegah dampak lebih luas dari konflik, terutama korban jiwa dan kerugian material.
"Dan mencegah hal-hal yang bisa menyebabkan korban kemanusiaan, materi, dan lain-lain sebagainya," tambahnya.
Menurut Nasaruddin, langkah pemerintah mendapat dukungan dari ulama dan ormas Islam.
"Mudah-mudahan kekompakan antara Ulama dengan Umaro ini akan melahirkan satu kekuatan dahsyat sebagai negara mayoritas umat Islam. Bangsa Indonesia, the largest Muslim in the world ini, pasti sangat didengar oleh dunia-dunia lain," ujarnya.
RI Aman Meski Ada Gejolak GlobalNasaruddin menyebut kondisi dalam negeri masih relatif aman di tengah gejolak global. "Di Indonesia seperti tadi disampaikan oleh Ketua MPR kita, per hari ini kita bangsa Indonesia belum menaikkan harga minyak dan bahkan juga masih semuanya serba terkendali terkontrol," ungkapnya.
Imam Besar Masjid Istiqlal ini berharap konflik global segera mereda dan tidak berdampak besar bagi Indonesia.
"Semoga peperangan itu segera berakhir dan semoga dampaknya itu tidak sampai sejauh mungkin berdampak kepada kemaslahatan kita di Indonesia. Ini semua perlu kita syukuri," pungkasnya.
Dialog Jadi KunciSenada dengan Menag, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar menegaskan konflik global tidak bisa diselesaikan dengan kekerasan.
"Jadi berbagai kerutan di dalam geopolitik internasional ini tidak bisa hanya dilakukan dengan kekerasan, tapi pentingnya dialog, pentingnya saling mendekati," tegasnya.
Ia bahkan mengingatkan risiko besar jika konflik terus meningkat. "Karena kalau kekerasan itu terjadi, apalagi sampai terjadi perang nuklir, itu yang terjadi adalah kehancuran kita bersama. Oleh karena itu sekuat tenaga masih harus terus dilakukan dialog, dialog, dan sekali lagi dialog," pesannya.





