Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, mengatakan pihaknya menyetujui rencana untuk melanjutkan serangan ke Lebanon dan Iran. Eyal Zamir mengatakan pihaknya bersama AS telah menyerang Iran "dengan keras, dan melucuti kemampuan pertahanan dan melemahkan mereka".
"Sekarang kita tidak boleh membiarkan mereka mencapai prestasi apa pun dalam masalah nuklir, di Hormuz, dan dalam masalah lain yang sedang dibahas," ujar Eyal dilansir Aljazeera, Rabu (15/4/2026).
Eyal mengaku tahu bagaimana cara menghancurkan Lebanon dan Iran. Dia mengatakan akan meluncurkan serangan besar.
"Kita tahu bagaimana cara mengacaukan mereka untuk serangan dahsyat yang segera," imbuhnya.
Mengenai Lebanon, Zamir mengatakan serangan Israel di selatan negara itu terus berlanjut.
"Kami merebut dan membersihkan area-area penting dan menghilangkan ancaman dari permukiman di utara," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Amerika Serikat (AS) dan Iran mengatakan ada kemungkinan kembali berunding di Islamabad, Pakistan, pada pekan ini. Presiden AS Donald Trump menyebut sesuatu mungkin terjadi dalam dua hari ke depan terkait perundingan tersebut.
"Anda sebaiknya tetap di sana, sungguh, karena sesuatu mungkin terjadi dalam dua hari ke depan, dan kami lebih cenderung untuk pergi ke sana," ujar Trump kepada seorang reporter New York Post yang sedang bertugas di Islamabad, seperti dilansir CNN, Rabu (15/4/2026).
"Itu lebih mungkin terjadi, Anda tahu kenapa? Karena sang marsekal lapangan melakukan pekerjaan yang luar biasa," ujarnya.
Trump merujuk pada Marsekal Lapangan Pakistan, Jenderal Asim Munir, dan menyebutnya "fantastis".
Jenewa juga sempat diapungkan sebagai lokasi potensial lain untuk pembicaraan damai, namun Trump tampak meremehkan kemungkinan tersebut.
"Mengapa kita harus pergi ke negara yang tidak ada hubungannya dengan hal ini?" kata Trump.
Trump menolak menyebutkan siapa perwakilan dari Amerika Serikat yang akan berpartisipasi dalam putaran perundingan potensial berikutnya. Wakil Presiden JD Vance memimpin pihak AS dalam negosiasi di Pakistan selama akhir pekan lalu, yang berakhir tanpa kesepakatan.
Presiden juga menyatakan bahwa ia tidak menyukai ide Iran menghentikan pengayaan uraniumnya selama 20 tahun, sebuah poin yang menurut laporan CNN diusulkan oleh negosiator AS.
"Saya telah mengatakan bahwa mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir," kata Trump kepada New York Post. "Jadi, saya tidak suka (jangka waktu) 20 tahun itu."
(zap/wnv)





