Wamentan pastikan stok pupuk aman di tengah geopolitik global

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memastikan ketersediaan pupuk nasional tetap aman meski terjadi gangguan distribusi global akibat konflik yang berdampak pada rantai pasok pupuk dunia.

"Jadi untuk kebutuhan pupuk kita, para petani kita, jutaan petani kita yang membutuhkan pupuk dan pupuk subsidi ini aman dalam negeri tanpa ada gangguan apa pun," kata Wamentan usai menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia Roderick Brazier di Jakarta, Rabu malam.

Menurut dia terganggunya jalur Selat Hormuz memengaruhi suplai pupuk internasional, mengingat sebagian besar distribusi pupuk dunia melewati kawasan tersebut dalam perdagangan global.

Namun demikian, Indonesia relatif stabil karena produksi urea berbasis gas alam domestik mampu mencukupi kebutuhan petani tanpa ketergantungan signifikan terhadap impor bahan baku utama.

Baca juga: Indef: RI berpotensi ekspor pupuk hingga 2 juta ton

Untuk komponen lain seperti fosfat dan kalium, pemerintah telah mengantisipasi melalui diversifikasi impor dari berbagai negara guna menjaga kesinambungan pasokan dalam negeri.

Dengan total produksi pupuk mencapai sekitar 14,5 juta ton, pemerintah optimistis kebutuhan nasional dapat terpenuhi sekaligus menjaga stabilitas sektor pertanian di tengah dinamika global.

"(Produksi) kita cukup. Total kebutuhan pupuk urea (secara nasional sekitar) 6,8 juta ton," beber Wamentan.

Di lapangan, lanjut dia, tingginya serapan pupuk oleh petani menjadi sinyal positif meningkatnya aktivitas tanam yang sejalan dengan upaya peningkatan produksi pangan nasional.

Meski demikian, ia mengakui distribusi terkadang mengalami jeda singkat akibat tingginya permintaan, namun ketersediaan pupuk secara umum tetap terjamin dan mencukupi.

Baca juga: Wamentan sebut RI siap ekspor 1,5 juta ton pupuk saat Hormuz ditutup

"Jadi kalau misalnya ada petani nyari pupuk di kios barangkali belum ada, tunggu 1-2 hari insya Allah nanti barang itu akan ada. Jadi bukan pupuknya nggak ada, pupuknya ada, tersedia dan cukup. Saya pastikan itu. Hanya ini karena distribusi ini jadi kejar-kejaran antara produksi dan kebutuhan pupuk," jelasnya.

Pemerintah juga terus memantau kebutuhan pupuk berdasarkan data tanam nasional yang dicatat secara rutin oleh penyuluh pertanian di berbagai wilayah.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan keseimbangan antara produksi, distribusi, dan kebutuhan pupuk di tingkat petani tetap terjaga secara optimal.

"Ini sinyal yang positif. Kenapa? Artinya petani kita menebus pupuk berarti banyak nanam. Jadi kalau banyak nebus pupuk itu artinya banyak nanam," tambah Wamentan.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah menegaskan sektor pupuk nasional memiliki ketahanan yang cukup kuat menghadapi tekanan global sekaligus mendukung keberlanjutan produksi pertanian.

Baca juga: Gubernur Lampung: 2027 target 2.651 desa produksi pupuk organik cair


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Kembalinya Serangan Drone Rusia di Dnipro, Tewaskan 5 Warga Sipil
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Simak Potret Aktor Lee Kwang Soo Jadi Villain di Drakor Baru Gold Land
• 21 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kabar Gembira bagi Penderita Diabetes! Gel Oksigen Baru Cegah Amputasi Akibat Luka Kronis
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Presiden Vietnam "Empat Mata" dengan Xi Jinping, Ada Apa?
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tempa Integritas di Lembah Tidar, Ketua DPRD Makassar Supratman Ikuti Kursus Strategis Lemhannas RI 2026
• 9 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.