Ikan Sapu-sapu Rusak Ekosistem, Pramono Gelar Pembersihan Serentak pada Jumat

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar aksi pembersihan ikan sapu-sapu secara serentak di lima wilayah kota pada Jumat (17/4/2026) pekan ini.

Ikan Sapu-sapu Rusak Ekosistem, Pramono Gelar Pembersihan Serentak pada Jumat (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar aksi pembersihan ikan sapu-sapu secara serentak di lima wilayah kota pada Jumat (17/4/2026) pekan ini. Langkah ini dilakukan usai melakukan rapat terbatas membahas persoalan ikan sapu-sapu.

"Besok, pada hari Jumat pagi secara serentak seluruh lima kota yang ada di Jakarta akan mengadakan acara untuk pembersihan ikan sapu-sapu. Kenapa ikan ini harus dibersihkan, dikurangi, karena memang sudah merusak," ucap Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga:
Transaksi Bale Syariah by BSN Tembus Hampir Rp2 Triliun

Pramono menjelaskan ikan sapu-sapu dinilai berbahaya lantaran mengandung kadar timbal yang melebihi ambang batas 0,3 miligram. Menurutnya, hal ini akan berbahaya apabila dikonsumsi manusia.

"Ada timbalnya, ada macam-macamnya, dan itu benar-benar berbahaya bagi manusia kalau dikonsumsi," kata Pramono. 

Baca Juga:
Purbaya Klaim IMF hingga Lembaga Rating Global Apresiasi Strategi Fiskal RI

Selain berisiko bagi kesehatan, ikan sapu-sapu juga dinilai merusak lingkungan. Ikan ini membuat lubang di tanggul dan tebing sungai sebagai tempat berlindung, yang berpotensi merusak struktur bantaran.

Tak hanya itu, keberadaan ikan sapu-sapu juga mengancam populasi ikan lokal. Spesies ini diketahui memakan ikan lain hingga telur-telurnya, sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.

"Hampir ketika ada ikan ini, semua dinding dan juga ikan-ikan lokal kita itu dimakan, termasuk sampai dengan telur-telurnya. Memang ikan ini bisa hidup dalam segala cuaca termasuk dalam kondisi air yang sangat-sangat tidak sehat," ujarnya.

Pramono menyinggung keberadaan spesies asli Amerika Selatan ini juga menjadi persoalan di tempat asalnya. Ia menyebut di Amerika Selatan ikan sapu-sapu juga disebut tengah diupayakan untuk dimusnahkan.

Oleh karenanya, ia menilai langkah pembersihan ikan sapu-sapu akan bermanfaat. Pramono menambahkan pembersihan ikan itu juga meliputi kegiatan untuk membersihkan dan memperbaiki saluran air.

"Tidak semata-mata untuk ikan sapu-sapu, tetapi kita juga mengangkut sedimen, kemudian memperbaiki saluran air dan sebagainya," kata dia.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Spesialis Pencuri Rumah Kosong di Bintan Timur Diringkus, Beraksi di 7 Lokasi Demi Foya-foya
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Pramono di Depan Ribuan PPSU Usai Heboh Laporan Warga Direspons Foto AI: Mencoreng Wajah Jakarta
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
BPR Bank Daerah Kabupaten Madiun Raih Bintang 5 di Top BUMD Awards 2026
• 10 jam lalurealita.co
thumb
Vagina Gatal setelah Melahirkan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Cerita Persalinan Teman kumparanMOM: Bayi Lahir Spontan hingga Perjuangan VBAC
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.