Setelah melahirkan, tubuh mengalami banyak perubahan, termasuk pada area vagina. Salah satu keluhan yang cukup sering dialami ibu adalah rasa gatal yang mengganggu, bahkan bisa memengaruhi kenyamanan sehari-hari.
Kondisi ini umumnya tidak berbahaya kok, Moms. Tetapi memang cukup mengganggu sehingga perlu dipahami penyebab dan cara mengatasinya.
Mengutip Health Line, rasa gatal pada vagina setelah melahirkan bisa disebabkan oleh perubahan hormon, proses penyembuhan luka, hingga infeksi ringan. Jika ditangani dengan tepat, keluhan ini biasanya akan membaik seiring waktu.
Penyebab dan Cara Mengatasi Vagina Gatal setelah Melahirkan1. Perubahan hormon setelah melahirkan
Setelah melahirkan, kadar hormon estrogen turun drastis. Hal ini bisa menyebabkan vagina menjadi kering, iritasi, hingga terasa gatal.
Cara mengatasi:
Gunakan pelembap vagina atau pelumas berbahan aman
Minum cukup air agar tubuh tetap terhidrasi
Konsultasi ke dokter jika perlu krim estrogen
2. Proses penyembuhan luka persalinan
Jika Anda melahirkan pervaginam, area perineum (antara vagina dan anus) bisa mengalami luka atau jahitan. Saat proses penyembuhan, rasa gatal adalah hal yang umum terjadi.
Cara mengatasi:
Jaga area tetap bersih dan kering
Gunakan air hangat untuk meredakan gatal
Hindari menggaruk agar luka tidak iritasi
3. Infeksi jamur atau bakteri
Salah satu penyebab paling umum gatal pada area genital adalah infeksi, seperti vulvovaginal candidiasis (infeksi jamur).
Cara mengatasi:
Gunakan obat antijamur sesuai resep dokter
Hindari penggunaan produk pembersih yang mengandung parfum
Segera periksa jika disertai keputihan tidak normal atau bau
4. Iritasi akibat pembalut atau produk kebersihan
Setelah melahirkan, penggunaan pembalut dalam waktu lama bisa memicu iritasi dan rasa gatal, apalagi jika kulit sensitif.
Cara mengatasi:
Ganti pembalut secara rutin
Pilih produk tanpa pewangi
Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat
5. Kebersihan yang kurang tepat
Membersihkan area intim dengan cara yang salah, seperti menggunakan sabun keras atau douching, justru bisa memperparah iritasi.
Cara mengatasi:
Bersihkan dengan air hangat saja atau sabun lembut (hypoallergenic)
Hindari penggunaan cairan pembersih vagina berlebihan
Keringkan area dengan lembut setelah mandi atau buang air
Segera periksa ke tenaga medis jika:
Gatal tidak membaik dalam 1–2 minggu
Disertai nyeri hebat, bau tidak sedap, atau keputihan abnormal
Mengganggu aktivitas sehari-hari





