Pembatasan Wisatawan Taman Nasional Komodo Ditetapkan, Pemerintah Cegah Kerusakan Akibat Over Tourism

pantau.com
1 hari lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan pembatasan jumlah wisatawan di Taman Nasional Komodo dilakukan untuk mencegah over tourism yang berpotensi merusak lingkungan kawasan konservasi.

Kebijakan Berdasarkan Riset dan Arahan Presiden

Ia menegaskan kebijakan tersebut didasarkan pada riset yang menunjukkan dampak jangka panjang berupa kerusakan kawasan dan menurunnya daya tarik wisata.

"Keputusan kami membatasi kuota turis didasarkan pada riset yang menunjukkan bahwa jika terjadi over tourism dalam jangka panjang, akan berakibat pada kerusakan kawasan dan hilangnya daya tarik wisata itu sendiri," kata Raja Juli Antoni.

Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta.

Ia menambahkan kebijakan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong konsep ekowisata yang menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kuota Pengunjung dan Fokus Lokasi Pembatasan

Pemerintah menetapkan kuota pengunjung sebanyak 1.000 orang per hari atau sekitar 365.000 orang per tahun yang mulai berlaku pada 1 April 2026.

Pembatasan difokuskan pada tiga destinasi utama yakni Pulau Padar, Pulau Rinca, dan Pulau Komodo serta mencakup 23 titik penyelaman di sekitarnya.

Langkah ini dinilai strategis untuk melindungi habitat satwa liar terutama komodo yang hanya terdapat di Indonesia serta menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat lokal.

Menteri menekankan kebijakan tersebut tidak dibuat secara mendadak melainkan melalui proses panjang sejak Mei 2025 dengan melibatkan pemangku kepentingan dan pelaku usaha di Labuan Bajo.

Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menyampaikan rencana pengembangan konservasi komodo secara ex-situ sebagai alternatif wisata.

"Ke depan, kita merencanakan pengembangbiakan Komodo di luar kawasan Taman Nasional. Ini dapat menjadi destinasi wisata alternatif bagi masyarakat tanpa mengganggu habitat aslinya," jelas Rohmat Marzuki.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wall Street Ditutup Beragam, S&P 500 Cetak Rekor Harian Baru
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pakai AI Bikin Cepat Pintar, tapi Bisa Turunkan Kemampuan Berpikir Mandiri
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jadwal dan Susunan Pertandingan Semifinal Liga Champions 2025/2026
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Kisah Keluarga di Kudus Hidup dari Tumpukan Sampah demi Anak Bisa Sekolah
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Berkas Perkara Kasus Aktivis KontraS Diserahkan ke Pengadilan Militer
• 16 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.