REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Kepala Angkatan Darat (AD) Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, Rabu (15/4/2026), tiba di Teheran memimpin delegasi politik-keamanan tingkat tinggi. Kedatangannya untuk menyampaikan pesan dari Amerika Serikat (AS) dan membuka jalan bagi putaran berikutnya pembicaraan Iran-AS.
Delegasi Marsekal Munir mencakup perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, lembaga keamanan, dan para ahli teknis. Delegasi tersebut dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi. Kedatangan pejabat militer tertinggi Pakistan ini menegaskan peran Islamabad yang semakin besar sebagai mediator utama antara Teheran dan Washington.
Baca Juga
DPRD Ambon Minta Camat Tertibkan Bangunan Tanpa Izin
Hasil Liga Champions 2025/2026: Bayern Hadapi PSG, Arsenal Tantang Atletico di Semifinal
Arsenal ke Semifinal Liga Champions, Jegal Sporting Lewat Pertahanan Ketat
Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei, telah mengonfirmasi bahwa Teheran akan menjadi tuan rumah delegasi Pakistan. Dia menegaakan bahwa pertukaran pesan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat masih terus berlangsung.
Upaya diplomatik ini terjadi di tengah gencatan senjata dua pekan antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi oleh Pakistan, yang masih berlaku.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Delegasi yang dipimpin Munir diperkirakan akan membahas kerangka kerja untuk kemungkinan putaran kedua pembicaraan antara Teheran dan Washington.
Putaran pertama pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan pada akhir pekan lalu.
Gencatan senjata tersebut mulai berlaku setelah 40 hari pertempuran yang dimulai pada 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang agresi tanpa provokasi terhadap Iran.