- Pasar keuangan RI ditutup beragam, pasar saham dan Rupiah melemah sementara SBN mengalami pelandaian.
- Wall Street mayoritas menguat, hanya Dow Jones melemah
- Perkembangan perang dan rilis data pertumbuhan PDB China menjadi penggerak utama pasar hari ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan dalam negeri ditutup beragam pada perdagangan kemarin Rabu (15/4/2026). Bursa saham dan rupiah melemah, sementara imbal hasil Obligasi Negara (SBN) mengalami pelandaian.
Pasar keuangan Indonesia diperkirakan akan masih menghadapi tekanan yang cukup berat pada hari ini karena ketidakpastian perang yang masih terjadi ditambah dengan aksi sell-off yang masih terjadi di pasar domestik.
Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memutus reli penguatan sepakan terakhir. Pada penutupan perdagangan kemarin, Rabu (15/4/2026), indeks melemah 0,68% atau berkurang 52,36 poin balik ke level 7.623,58. Padahal nyaris sepanjang perdagangan kemarin IHSG nyaman di zona hijau sebelum ambruk satu jam sebelum pasar tutup.
Pelemahan ini merupakan yang pertama dalam sepekan terakhir. Diketahui IHSG pada akhir perdagangan kemarin mampu mencatatkan kenaikan hingga nyaris 9%. Mengutip data bursa, dari 7 April - 14 April 2026, IHSG selalu berakhir di zona merah dan melesat 8,66% selama periode tersebut.
(gls/gls) Add as a preferred
source on Google




