Menilik Dampak Aturan Baru Harga Nikel, Bagaimana Prospek ANTM, INCO serta MBMA?

katadata.co.id
20 jam lalu
Cover Berita

Keputusan pemerintah merevisi formula Harga Patokan Mineral (HPM) untuk komoditas nikel dan bauksit dinilai menjadi katalis positif bagi perusahaan tambang, terutama produsen bijih nikel. Kebijakan tersebut resmi berlaku mulai Rabu (15/4).

Seiring implementasi aturan baru ini, saham emiten nikel yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons positif. Sejumlah emiten yang terpantau antara lain PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) serta PT PAM Mineral Tbk (NICL).

Namun, jika ditelisik, tidak semua saham-saham tersebut naik, ada yang justru ditutup merah. Berdasarkan data penutupan perdagangan BEI, saham ANTM naik 1,03% atau 40 poin ke level 3.940 dengan nilai transaksi Rp 379,79 miliar. Saham INCO melonjak 5,84% atau 375 poin ke level 6.800 dengan nilai transaksi Rp 181,61 miliar.

Sementara itu, NCKL naik 2,68% atau 30 poin ke level 1.150 dengan nilai transaksi Rp 148,75 miliar, dan NICL naik 2,58% atau 25 poin ke level 995 dengan nilai transaksi Rp 73,75 miliar. Adapun saham MBMA terkoreksi tipis 0,67% ke level 740 dengan nilai transaksi Rp210,72 miliar.

Tim riset Phintraco Sekuritas menjelaskan, revisi HPM berpotensi meningkatkan average selling price (ASP) bagi penambang bijih seperti ANTM dan INCO. Namun, kebijakan ini justru berpotensi menekan kinerja emiten smelter seperti NCKL dan MBMA.

“MBMA dan INCO berpotensi turun] mengingat kenaikan harga bijih dapat langsung menekan margin jika tidak diimbangi kenaikan ASP produk olahan,” tulis tim riset Phintraco Sekuritas dalam laporannya, Rabu (15/4).

Revisi kebijakan ini merupakan bagian dari evaluasi pemerintah untuk mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor minerba. Dalam aturan baru, formula HPM bijih nikel menjadi lebih kompleks dengan memasukkan variabel tambahan seperti kandungan besi, kobalt, krom serta kadar air (moisture). Selain itu, diterapkan corrective factor (CF) utama sekitar 30% yang disesuaikan dengan kadar nikel.

Untuk komoditas bauksit, pemerintah kini menggunakan acuan harga aluminium global dengan faktor pengali yang disesuaikan berdasarkan kadar reaktif silika. Skema ini diharapkan membuat harga lebih mencerminkan kualitas bijih.

Secara keseluruhan, perubahan formula ini bertujuan menciptakan mekanisme harga yang lebih adil dan transparan, sekaligus memperbaiki tata kelola transaksi di sektor pertambangan mineral dan batu bara.

Di sisi lain, Stockbit Sekuritas menilai revisi HPM cenderung positif bagi sektor hulu nikel, khususnya produsen bijih limonit. Meski demikian, dampaknya masih perlu dicermati karena belum banyak emiten yang menjual limonit secara langsung ke pihak ketiga.

Sebaliknya, smelter berbasis high pressure acid leach (HPAL) yang memproduksi mixed hydroxide precipitate (MHP) berpotensi menghadapi tekanan margin tambahan. Hal ini terjadi di tengah biaya sulfur yang masih tinggi serta harga nikel di pasar global, termasuk London Metal Exchange (LME), yang belum menunjukkan kenaikan signifikan.

Analis BinaArtha Sekuritas menetapkan target harga target harga untuk saham-saham tersebut. Target harga ANTM ke level 4.000, 4.230, dan 4.520, INCO ke level 6.800, 7.300 dan 7.900. Sementara itu MBMA ke level 800, 855, 920 dan 975.

Profil Bisnis Nikel ANTM-INCO dan MBMA

Adapun ANTM mengelola komoditas nikel melalui anak usaha PT Gag Nikel di Raja Ampat serta memiliki operasi di Sulawesi Tenggara. Posisi perseroan di bisnis nikel berada di hulunya. Sehingga kebijakan tersebut memiliki dampak positif untuk perusahaan.

Produksi nikel ANTM dilakukan melalui metode tambang terbuka (open pit) untuk menghasilkan bijih nikel laterit, yang digunakan sebagai bahan baku feronikel maupun dijual ke pasar domestik.

Untuk 2026, ANTM memperoleh kuota produksi bijih nikel sebesar 18,1 juta wmt, meningkat dari 16,4 juta wmt pada 2025. Perseroan menargetkan biaya tunai (cash cost) di kisaran US$ 21–24 per wmt.

“Terkait wacana pemerintah untuk menaikkan harga patokan mineral (HPM) nikel, manajemen menilai dampaknya terhadap harga jual akan terbatas, dengan perubahan akan lebih terasa pada kombinasi premium dan baseline HPM,” tulis Stockbit dalam ANTM earnings calls.

Adapun INCO merupakan salah satu produsen nikel terintegrasi terbesar di Indonesia dengan wilayah operasi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. Perusahaan memproduksi nikel dalam bentuk matte dan menargetkan pasar ekspor, termasuk Jepang.

Artinya, posisi bisnis nikel INCO berada di midstream yang dinilai masih mendapat dampak positif untuk perusahaannya.

Adapun MBMA memiliki tambang nikel melalui PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Konawe, Sulawesi Tenggara, dengan konsesi seluas 21.100 hektare dan estimasi sumber daya mencapai 13,8 juta ton nikel serta 1 juta ton kobalt.

Bijih limonit dari SCM digunakan untuk menghasilkan mixed hydroxide precipitate (MHP), bahan baku baterai kendaraan listrik. Sementara bijih saprolit diolah melalui smelter rotary kiln electric furnace (RKEF) di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menjadi nickel pig iron (NPI).

MBMA juga mengoperasikan beberapa fasilitas smelter, termasuk PT Cahaya Smelter Indonesia dan PT Bukit Smelter Indonesia, serta smelter tambahan PT Zhao Hui Nickel yang mulai beroperasi pada paruh kedua 2023.

Sementara itu, sebagai emiten yang berada di segmen hilir (downstream), MBMA berfokus pada pengolahan bijih nikel menjadi produk bernilai tambah tinggi. 

Bijih limonit yang berasal dari PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) diolah menjadi mixed hydroxide precipitate (MHP), yang merupakan bahan baku utama dalam rantai produksi baterai kendaraan listrik. 

Sementara itu, bijih saprolit diproses melalui fasilitas smelter rotary kiln electric furnace (RKEF) di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) untuk menghasilkan nickel pig iron (NPI).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
16 Mahasiswa FH UI Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Diskors, Dilarang Masuk Kampus
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Sita Surat Undur Diri yang Terpaksa Dibikin Para Kepala OPD Tulungagung
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Trump klaim China dukung pembukaan Selat Hormuz
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Enam Terdakwa Korupsi Pengerukan Tanjung Perak
• 15 jam lalurealita.co
thumb
Jerman Siapkan Ratusan Rudal Patriot untuk Ukraina dalam Paket Dukungan Militer Empat Tahun
• 11 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.