Sistem booking atau pemesanan Royaltrans, layanan Transjakarta yang menyediakan bus premium, dikeluhkan warga lantaran dinilai tak kondusif. Pihak Transjakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan saat hari pertama pemberlakuan booking seat Royaltrans.
Keluhan itu disampaikan sejumlah pengguna Transjakarta dan viral di media sosial. Dari postingan viral, pelanggan Royaltrans mengeluhkan keharusan penumpang memesan tiket melalui aplikasi tanpa adanya sosialisasi sebelumnya. Selain itu, bus Royaltrans yang dinilai telat semakin membuat kondisi tak kondusif.
"Implementasi sistem booking seat merupakan inovasi untuk memberikan kepastian tempat duduk serta pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, pasti, dan terencana bagi pelanggan," kata Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).
Ayu menjelaskan Transjakarta telah mengambil sejumlah langkah teknis dan strategis untuk meningkatkan kualitas layanan ke depan. Salah satunya memastikan pelanggan tetap dapat melakukan pemesanan kursi pada hari keberangkatan selama kursi masih tersedia.
Selain itu, pemesanan juga dapat dilakukan mulai H-7 melalui aplikasi Transjakarta guna memudahkan perencanaan perjalanan. Ayu mengatakan Transjakarta juga melakukan pembaruan informasi ketersediaan kursi secara berkala melalui akun media sosial resmi serta aplikasi sebagai bentuk transparansi.
Di sisi lain, petugas di lapangan diarahkan untuk mensosialisasi sekaligus membantu pelanggan dalam memahami sistem baru tersebut. Ayu menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan mendengarkan masukan pelanggan.
"Kami menghargai kesabaran pelanggan dan terus berupaya memberikan layanan transportasi premium yang nyaman, aman, dan tepercaya," tuturnya.
Simak juga Video 'Pramono: Transjakarta Peringkat 17 Infrastruktur Terbaik Dunia':
(bel/wnv)





