Banjir Kota Solo dan Kabupaten Bandung Bukti Dampak Bibit Siklon 92S Masih Eksis

suarasurabaya.net
20 jam lalu
Cover Berita

Kota Surakarta (Solo) di Provinsi Jawa Tengah, dilanda banjir setelah hujan deras berdurasi cukup lama terjadi di wilayah Solo Raya pada Selasa (14/4/2026) malam. Sebanyak 1.083 kepala keluarga (KK) yang tersebar di sejumlah kelurahan terdampak. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebagian besar wilayah terdampak sudah mulai surut, meskipun proses pendataan masih berlangsung di beberapa titik.

Abdul Muhari Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan, warga sempat mengungsi di beberapa titik, di antaranya masjid, balai warga, sekolah, dan rumah warga, dengan total puluhan jiwa terdampak yang masih membutuhkan dukungan logistik dan layanan dasar.

“BPBD Kota Surakarta bersama unsur terkait telah melakukan penanganan darurat berupa asesmen, evakuasi warga, serta koordinasi lintas sektor. Dukungan logistik yang telah disalurkan meliputi matras, selimut, paket sembako, makanan siap saji, hingga pendirian dapur umum oleh Dinas Sosial dan unsur masyarakat,” kata Abdul pada keterangan tertulisnya, Rabu (15/4/2026).

Sementara, banjir juga terjadi di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan peningkatan debit Sungai Cisunggalah hingga menyebabkan tanggul jebol pada Selasa (14/4/2026).

“Banjir berdampak pada dua kecamatan, yaitu Majalaya dan Bojongsoang, mencakup empat desa yakni Bojong, Bojongsoang, Bojongsari, dan Tegalluar. Data sementara mencatat sekitar 95 KK atau 250 jiwa terdampak serta 95 unit rumah terdampak,” katanya.

BPBD Kabupaten Bandung bersama unsur terkait terus melakukan asesmen, pendataan, serta mengimbau masyarakat untuk mengungsi ke tempat aman saat hujan deras. Upaya pembersihan sisa material lumpur juga dilakukan secara gotong royong oleh petugas dan masyarakat.

“Wilayah Kabupaten Bandung masih berada dalam status siaga darurat bencana hidrometeorologi sesuai keputusan kepala daerah dan gubernur setempat,” ujarnya.

Melihat kedua bencana banjir tersebut, Miming Saepudin Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan curah hujan tinggi di wilayah barat Sumatra hingga Jawa masih dipengaruhi oleh dampak tidak langsung dari bibit siklon tropis 92S di barat daya Sumatra yang masih eksis.

“Meskipun bibit siklon tersebut diprediksi semakin menjauhi wilayah Indonesia, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dalam dua-tiga hari ke depan,” ujarnya.

Adapun wilayah yang perlu meningkatkan kesiapsiagaan di antaranya Sumatra bagian tengah dan selatan hingga lampung, kemudian Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Jawa bagian tengah dan selatan.

“Meski semakin menjauh, tapi yang harus dipahami bahwa dampak fenomena ini dapat mempengaruhi kondisi cuaca ekstrem secara lokal. Sumatra bagian tengah, selatan hingga lampung, kemudian Jawa bagian barat dan tengah hingga DKI Jakarta ini curah hujan tinggi di sore hari sangat berpotensi terjadi,” imbuhnya.(lea/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arti Nama Rita yang Bermakna Mutiara dan 30 Rangkaiannya
• 15 jam lalutheasianparent.com
thumb
KKP Hentikan Sementara Reklamasi Ilegal PT Harap Panjang di Pulau Lingga Kepri
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Persiapan Sammy Simorangkir Jelang Konser Tunggal: Rutin Olahraga dan Jaga Suara
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Jamu Experience Cafe di PIK2, Jurus Mendekatkan Jamu dengan Gaya Hidup Anak Muda
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
5 Tim Masih Berpeluang Juara Super League 2025/2026, Persebaya Terlempar dari Persaingan
• 15 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.