Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dia "membuka Selat Hormuz secara permanen". Dirinya mengklaim dia melakukan langkah itu untuk China dan dunia. Trump juga mengatakan Beijing telah setuju "untuk tidak mengirim senjata ke Iran".
Awalnya Trump mengumumkan blokade jalur air vital itu pada hari Minggu setelah pembicaraan yang dimediasi Pakistan gagal menghasilkan kesepakatan damai dengan Iran, di mana Selasa, Komando Pusat AS melaporkan bahwa kapal perang Amerika telah secara efektif memblokir semua perdagangan Iran melalui selat tersebut.
Namun, pada hari Rabu, Trump menyatakan dalam sebuah unggahan Truth Social bahwa "China sangat senang bahwa saya membuka Selat Hormuz secara permanen". Ia menambahkan bahwa "saya melakukan ini untuk mereka juga- dan untuk Dunia."
Trump kemudian menyatakan bahwa Beijing telah "setuju untuk tidak mengirim senjata ke Iran". Bahwa, kata Trump, Presiden China Xi Jinping "akan memberi saya pelukan hangat ketika saya sampai di sana dalam beberapa minggu".
Trump sendiri dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke China pada 14 Mei. Sementara Xi Jinping diperkirakan akan mengunjungi Washington untuk kunjungan balasan di kemudian hari.
Meski begitu, China belum menanggapi pesan terbaru pemimpin AS tentang pembukaan kembali selat tersebut. Tetapi sebelumnya telah berulang kali membantah laporan tentang pemberian dukungan militer apa pun kepada Iran.
Selasa, China sempat menyebut tudingan bantuan senjata ke Iran dari Trump adalah perilaku "berbahaya dan tidak bertanggung jawab". Ini juga dirujukkan untuk langkah AS yang blokade kapal-kapal Iran.
Iran menutup Selat Hormuz bagi "kapal musuh" sebagai tanggapan terhadap kampanye pengeboman AS-Israel yang diluncurkan pada 28 Februari. Sejak itu, Teheran menuntut pengakuan atas "kedaulatannya" atas jalur air tersebut dan hak untuk mengenakan bea masuk.
(sef/sef) Add as a preferred
source on Google




