Kepala BGN Bilang Investasi Masyarakat untuk Bangun Dapur MBG Capai Rp54 Triliun

viva.co.id
19 jam lalu
Cover Berita

Bogor, VIVA – Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat investasi masyarakat mencapai Rp54 triliun telah digunakan untuk membangun dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

“Kurang lebih sudah Rp54 triliun uang investor bergerak di sektor pembangunan SPPG,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana saat peresmian SPPG Cijujung 03 di Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dikutip Kamis, 16 April 2026.

Baca Juga :
Strategi Investasi Saham saat Krisis, Ini Cara Kelola Risiko di Tengah Pasar yang Volatil
Investasi Emas saat Krisis, Untung Besar atau Sekadar Amankan Aset? Ini Faktanya!

Ilustrasi dapur MBG atau SPPG
Photo :
  • Dok BGN

Dadan mengatakan hingga saat ini terdapat sekitar 27 ribu SPPG yang telah beroperasi dari Sabang hingga Merauke dan seluruhnya dibangun melalui investasi masyarakat serta mitra.

Ia menjelaskan, pembangunan SPPG oleh masyarakat jauh lebih cepat dibandingkan jika hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Pada 2025, BGN memiliki anggaran sekitar Rp6 triliun, namun hanya mampu membangun 315 unit dan belum seluruhnya dapat dioperasikan.

Sebaliknya, keterlibatan investor memungkinkan percepatan pembangunan dapur MBG secara masif di berbagai daerah.

Dadan menyebut, selama proses pembangunan, satu unit SPPG mampu menyerap sekitar 15 hingga 20 tenaga kerja lokal serta mendorong perputaran material di daerah.

Setelah beroperasi, setiap SPPG mengelola anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan, dengan 70 persen digunakan untuk membeli bahan baku dari petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sementara itu, sekitar 20 persen anggaran digunakan untuk operasional, termasuk menggaji 47 relawan lokal dengan kisaran pendapatan Rp2,4 juta hingga Rp3,2 juta per orang, serta 10 persen untuk pengembalian investasi.

“Sekarang tidak pernah terdengar lagi ada produk pertanian yang dibuang-buang, semua termanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujar dia.

Ia menambahkan, program MBG juga telah melibatkan sekitar 1,1 juta relawan di seluruh Indonesia dan memberikan manfaat kepada sekitar 62 juta penerima, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

Suasana dapur MBG di Brebes saat akan menyiapkan untuk disalurkan ke sekolah
Photo :
  • tvOne

Menurut Dadan, besarnya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya menjadi intervensi gizi, tetapi juga penggerak ekonomi nasional berbasis komunitas.

BGN berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dapat terus diperkuat guna memperluas jangkauan SPPG, termasuk ke wilayah terpencil yang ditargetkan mencapai 9 ribu unit untuk melayani sekitar 3 juta penduduk. (Ant)

Baca Juga :
Dukung Iklim Investasi, Notaris RI Didorong Kedepankan Profesionalisme dan Integritas
Seskab Teddy Bongkar Isi Pembicaraan Prabowo dan Macron: Bahas Energi-Investasi Ekonomi
KSP Ungkap Penyebab Keracunan MBG di Jaktim: Saus Spaghetti Asam-Aroma Bakso Berubah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Berstatus Tanpa Klub Setelah Dilepas Red Sparks, Yeum Hye-seon Sampaikan Pesan untuk Pelatih Ko Hee-jin
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Dikeluhkan warga, tumpukan sampah Depo Kembar akhirnya diangkut
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Terungkap! Pencurian Puluhan Besi Bekas Rel Kereta di Jombang Diotaki Oknum Pegawai KAI
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Dosen Universitas Budi Luhur Dipecat Usai Diduga Lecehkan Mahasiswi
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Mengintip Arah Bisnis United Tractors (UNTR) di Proyek WtE Legok Nangka
• 5 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.