TANA TORAJA, FAJAR – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Toraja melempar bola panas ke meja para pemangku kebijakan. Organisasi ini menantang Bupati, Wakil Bupati, hingga seluruh jajaran DPRD di Tana Toraja dan Toraja Utara untuk menjalani tes urine secara terbuka.
Tantangan provokatif ini bukan tanpa dasar. PMKRI Toraja telah lebih dahulu membuktikan komitmen mereka dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tana Toraja untuk memeriksa urine seluruh pengurus di Margasiswa PMKRI, Makale, Rabu (15/4/2026). Hasilnya membanggakan: seluruh kader yang hadir dinyatakan bersih dan negatif narkoba.
Ketua PMKRI Toraja, Imanuel, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan langkah “sapu bersih” internal sebelum mereka turun ke jalan melakukan edukasi kepada masyarakat luas. Menurutnya, integritas organisasi adalah harga mati yang harus dibuktikan secara empiris, bukan sekadar janji manis.
“Kami memilih memulai dari diri sendiri. Sebelum mengedukasi masyarakat, kami harus memastikan rumah kami bersih. Hasil negatif ini bukanlah prestasi untuk dibanggakan, melainkan standar moral minimal yang wajib dijaga oleh setiap kader,” tegas Imanuel saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (16/4/2026).
Menagih Transparansi Pemimpin Daerah
Berbekal hasil tes yang valid, Imanuel kini menoleh ke arah gedung pemerintahan. Ia menilai, jika level mahasiswa saja berani diuji, maka sudah sepatutnya para pejabat publik—mulai dari Bupati, Wabup, Sekda, hingga wakil rakyat di legislatif—menunjukkan keberanian serupa.
Menurut Imanuel, tes urine terbuka bagi pejabat publik di Tana Toraja dan Toraja Utara akan menjadi preseden luar biasa yang mampu meredam keraguan publik terkait integritas pemimpin mereka.
“Transparansi itu bukan sekadar wacana di podium, melainkan tindakan nyata yang bisa diukur. Kami menantang Pemda dan DPRD untuk berani menjalani tes urine terbuka. Jangan sampai ada jurang pemisah antara narasi hebat yang dibangun dengan realitas integritas di lapangan,” cecar Imanuel.
Ia meyakini, jika para pucuk pimpinan bersedia memberikan contoh, maka semangat antinarkotika ini akan mengalir deras ke tingkat ASN hingga ke pelosok desa.
Apresiasi dari BNNK
Langkah progresif ini pun tak luput dari perhatian otoritas terkait. Kepala BNNK Tana Toraja, AKBP Ustim Pangarian, S.E., M.Si., memberikan apresiasi tinggi atas keberanian PMKRI. Ia menilai inisiatif ini sebagai standar baru (benchmark) bagi organisasi kepemudaan di Bumi Lakipadada.
“Saya sangat mengapresiasi keberanian PMKRI Toraja. Ini adalah bukti nyata bahwa pemuda mampu menjadi garda terdepan, bukan hanya objek dari peredaran narkoba. Kami berharap sinergi ini meluas ke seluruh elemen pemuda lainnya,” ujar AKBP Ustim.
Aksi yang dilakukan PMKRI Toraja ini mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru Sulawesi Selatan: bahwa perang melawan narkoba hanya akan menang jika dimulai dengan keberanian untuk diuji. Bersih dari narkoba adalah sebuah tindakan nyata, bukan sekadar kutipan di baliho kampanye. (*)





