Fakta Kronologi Lengkap Skandal WA FH UI-Beranda Nasional

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kasus dugaan pelecehan seksual secara verbal yang menyeret belasan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) kini memasuki tahap penanganan serius oleh pihak kampus.

Pihak universitas bergerak cepat menindaklanjuti temuan percakapan tidak senonoh dalam sebuah grup WhatsApp yang dinilai merendahkan martabat perempuan. Kasus ini pun menuai sorotan publik, terlebih karena sejumlah terduga pelaku diketahui merupakan pengurus organisasi kemahasiswaan hingga panitia kegiatan ospek.
 

Baca Juga :

Kasus Pelecehan di FH UI Diminta Diselesaikan Lewat UU TPKS
  Kronologi Terbongkarnya Kasus Kasus ini mencuat ke publik melalui media sosial dan berkembang dalam beberapa tahapan:
  • 11 April 2026
Kasus mulai viral setelah akun X @sampahfhui membagikan tangkapan layar percakapan grup WhatsApp. Dalam obrolan tersebut, sejumlah mahasiswa diduga melakukan objektifikasi tubuh mahasiswi serta melontarkan candaan bernuansa kekerasan seksual, termasuk frasa seperti “diam berarti consent” dan “asas perkosa”.
  • 12 April 2026
Pihak Fakultas Hukum UI menerima laporan resmi. Pada hari yang sama, Dekan FH UI, Parulian Paidi Aritonang, menyampaikan kecaman keras terhadap konten yang dinilai melanggar etika akademik. Ia menegaskan bahwa kasus tersebut akan ditelusuri secara menyeluruh.
Organisasi mahasiswa seperti BEM FH UI juga turut mengeluarkan pernyataan mengecam tindakan tersebut.
  • 13–14 April 2026
Universitas menggelar sidang internal secara tertutup melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UI hingga Selasa, 14 April 2026. Proses Sidang dan Terduga Pelaku Proses sidang sempat menjadi sorotan karena muncul isu adanya perlakuan tidak merata. Pada awal persidangan, hanya dua terduga pelaku yang dipanggil, sementara belasan lainnya baru dihadirkan menjelang akhir sidang.

Berdasarkan informasi yang beredar, total terdapat 16 mahasiswa yang diduga terlibat dalam percakapan tersebut dan kini tengah menjalani proses pemeriksaan sesuai mekanisme yang berlaku di lingkungan kampus.

Merujuk pada unggahan Instagram @blsfhui yang dikutip dalam laporan, berikut adalah nama-nama yang terseret dalam skandal grup obrolan tersebut:
  • Irfan Khalis
  • Nadhil Zahran
  • Priya Danuputranto
  • Priambodo Dipatya Saka Wisesa
  • Mohammad Deyca Putratama
  • Simon Patrick Pangaribuan
  • Keona Ezra Pangestu
  • Munif Taufik
  • Muhammad Ahsan
  • Raikel Pharrel
  • Muhammad Kevin Ardiansyah
  • Reyhan Fayyaz Rizal
  • Muhammad Nasywan Rafi
  • Muhammad Anargya Hay
  • Fausta Gitaya Rifat
  • Bayuadji Susilo
  • Valenza Harisman
Ancaman Sanksi Berat Pihak rektorat menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk pelecehan seksual di lingkungan kampus. Direktur Humas UI, Erwin Agustian Panigoro, memastikan bahwa proses investigasi berjalan secara profesional dan menjunjung asas keadilan.

Ia juga menegaskan bahwa sanksi tegas telah disiapkan apabila terbukti terjadi pelanggaran berat.

“Universitas akan menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk sanksi akademik hingga pemberhentian sebagai mahasiswa (drop out), serta tidak menutup kemungkinan koordinasi dengan aparat penegak hukum jika ditemukan unsur pidana,” ujar Erwin dalam keterangan resminya.
 

Baca Juga :

Dedi Mulyadi Turut Soroti Kasus Pelecehan di UI, Singgung Proses Hukum
  Fokus Perlindungan Korban Selain proses penindakan, universitas juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap korban. UI memastikan pendampingan psikologis dan bantuan hukum terus diberikan kepada pihak yang terdampak.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh civitas akademika akan urgensi menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan seksual.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Daffa Yazid Fadhlan)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral Grup Chat Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa IPB, Kampus Kecam-Investigasi
• 43 menit lalukumparan.com
thumb
Umbar Tembakan, Komplotan Maling Bersenpi Gasak Motor Warga di Bandarlampung
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Peringatan Keras Menhan China ke AS Usai Blokade Selat Hormuz: Jangan Ikut Campur!
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Risiko Penggunaan Ban Motor Berukuran Lebih Besar
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Hancurkan Magis Anfield! Luis Enrique Ungkap Kunci Sukses PSG Singkirkan Liverpool di Liga Champions
• 23 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.