Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Lumajang
Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat mengalami lima kali erupsi pada Kamis pagi dengan tinggi letusan mencapai 1.200 meter di atas puncak.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.11 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 800 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke utara dan barat laut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menyampaikan erupsi kedua terjadi pukul 06.21 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 1.200 meter di atas puncak atau sekitar 4.876 meter di atas permukaan laut (mdpl).
“Kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut,”ujar Liswanto dalam keterangan yang dikutip, Kamis, 16 April 2026.
Selanjutnya, erupsi kembali terjadi pada pukul 06.57 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 1.100 meter di atas puncak. Disusul erupsi keempat pada pukul 07.08 WIB dengan ketinggian kolom sekitar 500 meter di atas puncak, serta erupsi kelima pada pukul 07.32 WIB dengan tinggi kolom mencapai 700 meter di atas puncak.
Pada seluruh kejadian tersebut, kolom abu umumnya teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah timur laut hingga utara.
Liswanto menjelaskan, status aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini berada pada Level III (Siaga). Sehubungan dengan itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat.
Warga dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Selain itu, masyarakat juga tidak diperkenankan beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran tersebut karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga radius 17 kilometer.
“Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak karena berisiko terkena lontaran material pijar,” jelasnya.
Ia juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang terhubung dengan aliran utama tersebut.
Editor: Redaktur TVRINews





