Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa dirinya "secara permanen" telah membuka kembali Selat Hormuz. Trump bahkan mengklaim jika China "sangat senang" dengan upaya AS tersebut.
Tidak hanya itu, Trump juga mengklaim bahwa sebagai imbalan atas upaya Washington membuka kembali Selat Hormuz, Beijing telah setuju untuk tidak lagi mengirimkan senjata ke Teheran. Klaim sepihak dari Trump ini belum dikonfirmasi oleh otoritas China.
Pernyataan Trump yang disampaikan via media sosial Truth Social itu, seperti dilansir The Hill dan Independent.co.uk, Kamis (16/4/2026), memicu banyak pertanyaan tentang apa yang sebenarnya dimaksud Presiden AS tersebut dengan membuka Selat Hormuz setelah dia memberlakukan blokade laut di perairan itu.
Sejak awal pekan ini, militer AS yang dikerahkan ke kawasan tersebut memblokade kapal-kapal yang berangkat dan kembali ke pelabuhan-pelabuhan Iran. Teheran sendiri telah secara signifikan mengurangi lalu lintas di Selat Hormuz selama perang melawan AS dan Israel berkecamuk pada akhir Februari.
"China sangat senang bahwa saya membuka Selat Hormuz secara permanen. Saya melakukannya untuk mereka juga -- dan untuk dunia. Situasi ini tidak akan pernah terjadi lagi," kata Trump dalam pernyataan via Truth Social pada Rabu (15/4) waktu setempat.
"Mereka (China-red) telah setuju untuk tidak mengirimkan senjata ke Iran," klaim Trump dalam pernyataannya.
Trump kemudian mengklaim bahwa Presiden China Xi Jinping akan memberikan "pelukan hangat" untuknya ketika keduanya bertemu beberapa pekan lagi, ketika Trump dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Beijing.
"Presiden Xi akan memberikan pelukan hangat kepada saya ketika saya sampai di sana dalam beberapa minggu. Kami bekerja sama dengan cerdas, dan sangat baik!!" sebutnya.
(nvc/imk)





