SURAKARTA, KOMPAS.TV - Banjir yang merendam Kota Surakarta, Jawa Tengah mulai berangsur surut di sejumlah wilayah meski tercatat hampir 2.000 kepala keluarga (KK) terdampak hingga Rabu (15/4/2026) petang.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta per Rabu pukul 18.00 WIB, total sebanyak 1.939 KK terdampak banjir yang tersebar di berbagai kecamatan.
Meski sebagian wilayah mulai menunjukkan penurunan genangan, sejumlah titik lain masih dalam proses pendataan.
Di Kecamatan Laweyan, banjir dilaporkan mulai surut di beberapa kelurahan. Sedangkan jumlah warga terdampak di Kelurahan Pajang tercatat 130 KK, Bumi 85 KK, Panularan 187 KK, Sondakan 27 KK, serta Laweyan 9 KK.
Banjir di Kecamatan Pasar Kliwon juga mulai surut. Di Kelurahan Joyosuran tercatat 117 KK terdampak dan di Kedung Lumbu 230 KK.
Baca Juga: Banjir Solo-Sukoharjo: Ratusan KK Terdampak, Wali Kota Turun Tangan
Sementara di Kelurahan Sangkrah yang mencatat 47 KK terdampak, masih dalam proses pendataan.
Di Kecamatan Serengan, genangan di Kelurahan Tipes juga dilaporkan mulai surut, dengan 211 KK terdampak.
Namun di Kelurahan Joyontakan yang mencatat jumlah terdampak terbesar, yakni 871 KK, kondisi masih dalam tahap pendataan.
Adapun di Kecamatan Jebres, banjir melanda Kelurahan Jebres dan Mojosongo. Air di dua kelurahan tersebut dilaporkan mulai surut. Jumlah warga terdampak di Kelurahan Jebres mencapai 23 KK dan di Mojosongo 2 KK.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- banjir Solo hari ini
- banjir Solo terbaru
- banjir Laweyan
- BPBD Solo
- banjir solo
- wilayah banjir solo





