Hidup Kebanjiran, Mati pun Kebanjiran: Nasib Pilu Warga Semper Jakarta Utara

kompas.com
15 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir di Semper, Jakarta Utara, bukan sekadar peristiwa musiman. Air yang menggenangi rumah warga juga merendam makam.

Hal ini menjadi irono, bagaimana warga di kawasan tersebut seolah tidak bisa lepas dari banjir saat masih hidup hingga meninggal.

Bagi Oji dan Masria, banjir adalah kenyataan yang harus dihadapi berulang kali. Pasangan ini bahkan terpaksa mengungsi dua kali dalam sepekan setelah rumah mereka di Semper Barat kembali terendam pada pada Januari 2026.

Saat ditemui di Rusunawa Semper Barat, Oji tampak terduduk di kursi roda, sementara Masria mendampinginya.

“Parah, (banjirnya) segini sekitar 70 cm. Rumah saya di dekat empang jadi kan namanya kita di empang ya, air kan ke sana semua gitu,” ujar Masria, Selasa (20/1/2026).

Mereka sempat kembali ke rumah setelah banjir pertama pada Senin (12/1/2026). Namun, tak lama kemudian air kembali datang.

“Habis itu baru pulang hari Rabu. Hari Minggu banjir lagi, masuk lagi ke sini. Balik lagi,” kata dia.

Banjir juga merusak sumber penghidupan mereka. Usaha rongsok yang dijalani terdampak, sementara buku sekolah anak-anak rusak sehingga mereka tidak bisa belajar selama berhari-hari.

Baca juga: “Bukan Hak Saya, Maka Saya Kembalikan”: Saat Warga Tinggalkan Lahan Makam di Jakbar

Kuburan yang Berubah Jadi “Kolam”

KOMPAS.com/ SHINTA DWI AYU Anak-anak berenang di TPU Semper, Jakarta Utara, yang terendam banjir.
Tak jauh dari permukiman, kondisi serupa terlihat di TPU Semper. Pada Kamis (9/4/2026), genangan air berwarna kehijauan tampak menutupi deretan nisan di area pemakaman tersebut.

Di tengah genangan, anak-anak terlihat berenang dan melompat tanpa rasa takut. Sebagian warga bahkan memancing ikan di area pemakaman.

Di sisi timur TPU, kondisi ini bukan hal baru. Area tersebut hampir selalu tergenang, bahkan ketika tidak hujan.

Nisan-nisan tertutup air dan tanaman eceng gondok, membuat area pemakaman tampak seperti kolam besar.

Pengelola TPU Semper, Sukino, mengatakan banjir di area pemakaman belum terselesaikan hingga kini.

“Sekitar 4.000-an makam, khusus di blad itu saja yang tergenang,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (9/4/2026).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menyebut, banjir mulai kembali terjadi sejak Januari 2026 akibat curah hujan tinggi dan limpasan air dari sekitar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Korupsi Chromebook, Tiga Terdakwa Dituntut Jaksa hingga 15 Tahun Penjara
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
3 Prajurit TNI AL Personel ILO Raih 2 Penghargaan dari Militer Filipina
• 9 jam laludetik.com
thumb
Polda Banten Bongkar Pangkalan Elpiji Oplosan di Lebak, 3 Orang Ditangkap
• 21 jam laludetik.com
thumb
Kementerian ESDM Setujui Tujuh Blok Pertambangan Rakyat di Pasaman Barat
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
BMKG prakirakan sebagian Jakarta cerah berawan pada Kamis pagi
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.