Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan pengoperasian 900 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum yang difokuskan khusus untuk menjangkau daerah-daerah terpencil di seluruh Indonesia.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sanjaya, menegaskan MBG pada dasarnya adalah hak seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali. Seiring dengan kesiapan mitra di lapangan, BGN kini mulai memperluas jangkauan ke titik-titik yang paling sulit.
"Makan bergizi adalah hak seluruh anak Indonesia. Sesuai dengan tujuan utamanya memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan yaitu ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta peserta didik," ujar Sony usai acara refleksi satu tahun MBG di Jakarta, Kamis (16/4).
Untuk merealisasikan pemerataan tersebut, Sony mengungkapkan bahwa ratusan dapur umum tambahan siap dioperasikan dalam waktu dekat.
"Sekarang kami sudah siap mengoperasionalkan kurang lebih 900 SPPG pada daerah terpencil," ungkapnya.
Sony menjelaskan bahwa definisi daerah terpencil dalam program ini tidak melulu identik dengan kawasan perbatasan negara, melainkan juga wilayah dengan akses geografis yang menyulitkan, termasuk di Pulau Jawa.
"Jadi terpencil itu bukan hanya daerah-daerah perbatasan, bahkan di Jawa Barat pun ada satu kecamatan, kalau tidak salah di Kabupaten Bandung Barat, Kecamatan Rongga, itu daerahnya daerah yang susah," jelas Sony.
Ia memastikan bahwa ratusan fasilitas pemenuhan gizi di daerah sulit tersebut akan segera beroperasi dalam hitungan minggu.
"Termasuk daerah-daerah itu sekarang sudah mulai. Insyaallah mungkin tidak lebih dari satu bulan, 900 SPPG pada daerah terpencil itu sudah siap operasional," tegasnya.





