HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar kian serius memperkuat komitmen pendidikan berwawasan lingkungan. Hal ini ditandai dengan pengukuhan pengurus Forum Sekolah Adiwiyata Kota Makassar yang dirangkaikan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Aula Kantor Kecamatan Manggala, Rabu (15/4/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Camat Manggala, Ketua K3S, serta jajaran kepala sekolah se-Kota Makassar.
Dalam arahannya, Melinda Aksa menekankan bahwa program Sekolah Adiwiyata bukan sekadar mengejar predikat sekolah bersih, melainkan instrumen strategis untuk menanamkan karakter pada peserta didik.
“Kita tidak hanya mendorong terciptanya sekolah yang bersih, hijau, dan sehat, tetapi juga membentuk generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sejak dini,” tegas Melinda.
Ia juga menyoroti adanya penyesuaian kebijakan melalui Permen LHK Nomor 5 Tahun 2025. Aturan baru ini menuntut penguatan administrasi dan pelaporan berbasis teknologi informasi bagi sekolah-sekolah Adiwiyata.
Digitalisasi dan Transparansi Laporan
Melinda menjelaskan bahwa Bimtek ini sangat krusial untuk meningkatkan kapasitas pengelola Adiwiyata, terutama dalam mengoperasikan aplikasi berbasis digital.
“Saya berharap seluruh peserta memahami mekanisme penginputan data dan pemenuhan indikator berbasis sistem digital. Dengan begitu, proses evaluasi berjalan lebih transparan, terukur, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui pengukuhan forum ini, Melinda berharap lahir kolaborasi lintas sektor yang kuat. Ia optimistis sinergi antara pemerintah, sekolah, masyarakat, hingga dunia usaha akan membawa Makassar menjadi role model nasional.
Hj. Rosmiati Dikukuhkan
Pada momen tersebut, Kepala SD Inpres Antang 1, Hj. Rosmiati, resmi dikukuhkan sebagai Ketua Pengurus Forum Sekolah Adiwiyata Kota Makassar. Usai dilantik, Rosmiati langsung menekankan aksi nyata dalam pengelolaan sampah.
“Harapan kami, karakter peduli lingkungan siswa semakin kuat sehingga volume sampah yang dibawa ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dapat berkurang secara signifikan,” ujar Hj. Rosmiati.
Ia menargetkan sekolah-sekolah dapat berkontribusi besar dalam mewujudkan Makassar bebas sampah di masa mendatang.
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik balik penguatan program Adiwiyata di Makassar, sekaligus mencetak generasi muda yang menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian bumi. (irm)





