CBDK Targetkan Marketing Sales Rp563 Miliar, Monetisasi CBD PIK 2 Jadi Fokus

idxchannel.com
15 jam lalu
Cover Berita

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menargetkan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp563 miliar pada 2026, tumbuh 31 persen secara tahunan.

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menargetkan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp563 miliar pada 2026, tumbuh 31 persen secara tahunan. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menargetkan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp563 miliar pada 2026, tumbuh 31 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp430 miliar. Angka itu mencerminkan strategi perseroan yang selektif dan adaptif terhadap dinamika pasar properti.

Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo mengatakan target marketing sales 2026 mencerminkan penguatan posisi CBD PIK 2 sebagai pusat aktivitas bisnis. 

Baca Juga:
CBDK Cetak Laba Bersih Rp1,36 Triliun Sepanjang 2025, Melonjak 48 Persen

“Target marketing sales tahun 2026 mencerminkan fokus kami dalam mengoptimalkan monetisasi kaveling tanah komersial di kawasan CBD PIK 2. Kami melihat adanya awal pemulihan appetite pelaku usaha untuk mengamankan lahan di lokasi strategis sebagai bagian dari ekspansi usaha ke depan,” ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (16/4/2026).

Dia menambahkan, penguatan ekosistem kawasan menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Dengan telah beroperasinya Nusantara International Convention Exhibition (NICE), kami mendorong kegiatan MICE berskala nasional dan internasional dapat diselenggarakan di PIK 2. 

Baca Juga:
Konservatif, PANI Bidik Marketing Sales Rp4,3 Triliun pada 2026

"Kami juga menargetkan Hotel Hilton PIK 2 mulai beroperasi tahun depan, sehingga kedua proyek ini akan menjadi sumber pendapatan berulang yang signifikan bagi perseroan,” katanya.

Marketing sales CBDK masih akan didominasi oleh kaveling tanah komersial, dengan dukungan dari produk residensial dan komersial. Hal ini sejalan dengan fokus CBDK dalam mengoptimalkan monetisasi kawasan melalui pengembangan central business district (CBD) di PIK 2.

CBDK melihat segmen kaveling tanah komersial tetap menjadi pendorong utama kinerja, seiring meningkatnya minat pelaku usaha dan investor untuk mengamankan lokasi strategis di kawasan CBD PIK 2. Di sisi lain, permintaan produk residensial juga menunjukkan tren positif, didukung pertumbuhan kawasan yang semakin matang.

Sementara itu, produk komersial seperti ruko, rukan, dan small office home office (SOHO) diproyeksikan tetap mencatat permintaan solid, seiring berkembangnya ekosistem bisnis di kawasan PIK 2.

Meski menghadapi dinamika pasar yang dipengaruhi kondisi ekonomi nasional dan global, CBDK tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang. Hal ini ditopang oleh luasnya land bank, pengembangan kawasan yang terencana, serta posisi perseroan sebagai pengembang utama distrik bisnis di PIK 2.

Pengembangan kawasan juga diperkuat dengan beroperasinya Nusantara International Convention Exhibition (NICE) sebagai salah satu pusat konvensi dan pameran terbesar di Indonesia. Kehadiran NICE diyakini menjadi katalis pertumbuhan sektor meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) serta meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Selain itu, peningkatan konektivitas melalui Tol Kataraja turut memperkuat aksesibilitas kawasan PIK 2 dan meningkatkan daya tariknya sebagai pusat aktivitas bisnis baru.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Busui Wajib Tahu! Benarkah Menyusui Bisa Jadi KB Alami? Cek Faktanya Agar Tidak ‘Kebobolan’
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Duduk Perkara Ketua Ombudsman Hery Susanto Ditangkap Kejagung Hingga jadi Tersangka
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Ombudsman Hormati Proses Hukum yang Menjerat Hery Susanto
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Rusia Siap Bangun Storage BBM di Indonesia, Ini Penjelasan Bahlil
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Oki Setiana Dewi Tahu Tabiat Buruk Syekh Ahmad Al Misry: Ternyata Dia Belum Sembuh
• 23 menit laluviva.co.id
Berhasil disimpan.