Pada Selasa (14 April), perusahaan kendaraan listrik terkemuka Tiongkok, BYD, mengalami kebakaran besar di sebuah garasi yang berada di kawasan Pingshan, Shenzhen, Tiongkok. Video yang beredar di internet menunjukkan asap hitam tebal membumbung tinggi, hampir menutupi seluruh area pabrik, dengan kobaran api yang sangat besar.
EtIndonesia. Pada Selasa (14/4/2026) dini hari, kebakaran hebat terjadi di sebuah garasi di kompleks BYD di Pingshan, Shenzhen, Tiongkok.
Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa penyebab kebakaran adalah kesalahan operasi oleh pihak kontraktor eksternal saat membongkar peralatan yang sudah tidak terpakai, yang mana secara tidak sengaja memicu bahan mudah terbakar seperti kapas isolasi.
BYD membantah bahwa kebakaran tersebut disebabkan oleh baterai yang terbakar sendiri atau akibat “thermal runaway”.
Namun, dari rekaman di lokasi terlihat bahwa api sempat sangat besar. Saksi mata mengatakan bahwa dengan bantuan angin, asap hitam pekat membumbung tinggi ke langit, dan hingga pukul 06.00 pagi masih terlihat api dan asap terus keluar. Banyak kendaraan yang terparkir di garasi tersebut langsung dilalap api, menciptakan pemandangan yang mengerikan.
Mobil pemadam kebakaran segera tiba di lokasi untuk memadamkan api. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Setelah kejadian ini terungkap, kata kunci “BYD terbakar” langsung menjadi trending di platform media sosial Tiongkok, memicu kembali perdebatan mengenai keamanan kendaraan listrik.
Sejumlah ahli menunjukkan bahwa cara kendaraan listrik terbakar berbeda dengan kendaraan berbahan bakar bensin. Kebakaran pada kendaraan listrik lebih sulit dipadamkan, dapat berlangsung lebih lama, dan memiliki risiko menyala kembali.
Dilaporkan oleh reporter NTD, Liu Jiajia dari Amerika Serikat.





