Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mendorong pengembangan kawasan Kepulauan Seribu karena memiliki potensi besar untuk menjadi masa depan baru ibu kota, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Saya selalu mengatakan bahwa salah satu masa depan Jakarta yang harus dikelola, dirawat dengan baik adalah Pulau Seribu. Itu akan menjadi masa depannya Jakarta,” kata Pramono di Balai Kota, Kamis.
Menurut pria yang kerap dipanggil Pram itu, selama ini, pembangunan Jakarta masih terpusat di wilayah daratan. Ia pun menilai potensi Kepulauan Seribu saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Padahal, kata dia, Kepulauan Seribu memiliki peluang besar untuk dikembangkan, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong penataan dan pengembangan kawasan tersebut sehingga lebih menarik dan mampu bersaing.
Salah satu langkah yang dilakukan, yaitu dengan melakukan rebranding atau membangun citra baru kawasan tersebut agar lebih dikenal luas.
Baca juga: Pemkab mulai pemeliharaan jalan senilai Rp5,64 miliar di Pulau Sabira
Selain itu, pengembangan Kepulauan Seribu juga merupakan bagian dari rencana besar Jakarta untuk bertransformasi menjadi kota global.
“Kalau dipersiapkan dari sekarang, maka Jakarta, mudah-mudahan, akan menjadi lebih baik,” ungkap Pramono.
Lebih lanjut, dia meminta setiap wilayah di Jakarta agar memiliki fokus pengembangan masing-masing, misalnya Jakarta Pusat sebagai pusat pemerintahan, Jakarta Selatan sebagai pusat ekonomi baru, dan Kepulauan Seribu sebagai kawasan unggulan berbasis potensi wilayah.
Pramono menegaskan seluruh rencana pembangunan daerah, termasuk pengembangan Kepulauan Seribu, harus tetap sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat.
Pemerintah daerah, sambung dia, tidak dapat berjalan sendiri tanpa selaras dengan visi nasional.
“Visi daerah itu sebenarnya harus senada dengan visi pusat. Tidak ada yang kemudian visi pusat A, visi daerah Z, itu ngawur banget. Artinya, nggak paham dalam pemerintahan,” tutur Pramono.
Baca juga: 1.722 warga Kepulauan Seribu terima bantuan pangan
Baca juga: Pantai di Jembatan Cinta Pulau Tidung direstorasi
“Saya selalu mengatakan bahwa salah satu masa depan Jakarta yang harus dikelola, dirawat dengan baik adalah Pulau Seribu. Itu akan menjadi masa depannya Jakarta,” kata Pramono di Balai Kota, Kamis.
Menurut pria yang kerap dipanggil Pram itu, selama ini, pembangunan Jakarta masih terpusat di wilayah daratan. Ia pun menilai potensi Kepulauan Seribu saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Padahal, kata dia, Kepulauan Seribu memiliki peluang besar untuk dikembangkan, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong penataan dan pengembangan kawasan tersebut sehingga lebih menarik dan mampu bersaing.
Salah satu langkah yang dilakukan, yaitu dengan melakukan rebranding atau membangun citra baru kawasan tersebut agar lebih dikenal luas.
Baca juga: Pemkab mulai pemeliharaan jalan senilai Rp5,64 miliar di Pulau Sabira
Selain itu, pengembangan Kepulauan Seribu juga merupakan bagian dari rencana besar Jakarta untuk bertransformasi menjadi kota global.
“Kalau dipersiapkan dari sekarang, maka Jakarta, mudah-mudahan, akan menjadi lebih baik,” ungkap Pramono.
Lebih lanjut, dia meminta setiap wilayah di Jakarta agar memiliki fokus pengembangan masing-masing, misalnya Jakarta Pusat sebagai pusat pemerintahan, Jakarta Selatan sebagai pusat ekonomi baru, dan Kepulauan Seribu sebagai kawasan unggulan berbasis potensi wilayah.
Pramono menegaskan seluruh rencana pembangunan daerah, termasuk pengembangan Kepulauan Seribu, harus tetap sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat.
Pemerintah daerah, sambung dia, tidak dapat berjalan sendiri tanpa selaras dengan visi nasional.
“Visi daerah itu sebenarnya harus senada dengan visi pusat. Tidak ada yang kemudian visi pusat A, visi daerah Z, itu ngawur banget. Artinya, nggak paham dalam pemerintahan,” tutur Pramono.
Baca juga: 1.722 warga Kepulauan Seribu terima bantuan pangan
Baca juga: Pantai di Jembatan Cinta Pulau Tidung direstorasi





