Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menggelar pertemuan dengan sejumlah investor Amerika Serikat (AS), guna mengklarifikasi sejumlah isu tak sedap terkait investasi di Indonesia.
Sejumlah investor AS tersebut antara lain yakni seperti Blackrock, Lord Abbett, TD Asset Management, HSBC Global Asset Management, dan Lazard AM.
Hal ini dipaparkan Purbaya, karena sebenarnya minat para investor itu untuk berinvestasi di Indonesia sudah terlihat. Sehingga, menurutnya pemerintah perlu memberikan sejumlah penjelasan kepada mereka, guna menjawab keraguan mereka tentang prospek investasi di Tanah Air.
"Mereka niat melakukan investasi di Indonesia. Jadi beberapa penjelasan diberikan ke mereka, untuk memastikan bahwa keraguan mereka terhadap Indonesia bisa di clear-kan," kata Purbaya, dikutip Kamis, 16 April 2026.
- [Istimewa]
Guna mengakomodir berbagai pertanyaan dan menghilangkan keraguan para investor itu untuk menanamkan modalnya di Indonesia, Purbaya pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memaparkan strategi fiskal dan fundamental makroekonomi nasional.
"Pada dasarnya, kita menjelaskan kondisi ekonomi dan strategi fiskal kita ke depan. Jadi mereka yakin bahwa gerakan atau kebijakan fiskal kita sudah pada arah yang benar," ujar.
Purbaya bahkan meyakini bahwa para investor AS itu tidak khawatir akan kebijakan fundamental makroekonomi Indonesia, yang tentunya juga telah dirancang sedemikian detil oleh pemerintah sebelumnya.
Namun, lanjut Purbaya, para investor itu sejatinya hanya ingin memastikan kondisi terkini soal keamanan berinvestasi di Indonesia, sekaligus strategi ekonomi pemerintahnya dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global terkini.
"Jadi mereka (investor) enggak ragu, cuma mereka dengar ada noise bahwa fiskal kita bermasalah, maka mereka ingin memastikan bahwa (kabar) itu tidak benar," kata Purbaya .
"Maka sudah kita jelaskan soal kebijakan fundamental kita seperti apa. Karena mereka orang pintar, sehingga mereka bisa menerima dengan sepenuh hati bahwa apa yang kita jelaskan itu sudah sesuai dengan teori-teori ekonomi," ujarnya.





