Bukan Sekadar Aksi, Ini Strategi Perjuangan Ala Bung Hatta

harianfajar
15 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Di kantor bersama LINGKAR–Ma’REFAT, Kota Makassar, gagasan tentang strategi perjuangan Mohammad Hatta dibedah secara serius.

Diskusi ini menjadi ruang refleksi di tengah kecenderungan gerakan yang dinilai semakin reaktif dan minim arah.

Program “Membaca Kembali Bung Hatta” seri ke-17 yang digelar Ma’REFAT Institute bersama Forum Alumni Sekolah Pemikiran Bung Hatta (FA-SPBH) dan Book Club Alumni SPBH-1 mengangkat tema “Strategi Perjuangan”. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 12 April 2026 ini menghadirkan dua pemantik, yakni Hasbullah Hakim, CEO Dialektika Bookshop Makassar, serta Tanwir dari kalangan profesional swasta.

Diskusi dibuka pukul 13.30 Wita oleh moderator Ahmad Hasan. Dalam pengantarnya, ia menegaskan bahwa strategi perjuangan dalam pandangan Bung Hatta tidak bisa dipersempit sebagai sekadar teknik gerakan. “Strategi bukan metodologi, tetapi implikasi atau konsekuensi logis dari asas yang dianut,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi pijakan utama diskusi. Arah perjuangan, disepakati para peserta, sangat ditentukan oleh prinsip dasar yang diyakini. Tanpa asas yang jelas, strategi akan mudah berubah dan kehilangan orientasi.

Dalam pemaparan awal, Hasbullah Hakim menjelaskan bahwa Bung Hatta membedakan dua strategi perjuangan politik pada masa kolonial, yakni Kooperasi Demonstratif dan Non-Kooperasi. Perbedaan keduanya tidak hanya pada cara bertindak, tetapi juga pada dasar pemikiran.

“Bagi Bung Hatta, Kooperasi Demonstratif itu basisnya kekecewaan terhadap sistem kolonial, sementara Non-Kooperasi asasnya perlawanan,” jelas Hasbullah.

Ia menekankan, bagi Bung Hatta, perjuangan bukanlah ledakan emosi sesaat, melainkan proses yang lahir dari pemahaman mendalam. Kooperasi Demonstratif muncul dari ketidakpuasan terhadap praktik kolonial, namun belum sampai pada penolakan total terhadap sistem.
Sebaliknya, Non-Kooperasi didasarkan pada sikap tegas menolak legitimasi kekuasaan kolonial. Strategi ini tidak bertujuan memperbaiki sistem, melainkan membangun kekuatan politik sendiri demi mencapai kemerdekaan yang sejati.

Tanwir kemudian menegaskan bahwa strategi perjuangan Bung Hatta tidak bersifat instan. Ia dibangun melalui pendidikan politik, kaderisasi, serta disiplin organisasi yang kuat.

“Non-Kooperasi itu sering dipahami sebagai tidak mau tahu pemerintah. Padahal itu keliru. Hatta menegaskan Non-Kooperasi justru mensyaratkan aksi,” ujar Tanwir.

Menurutnya, Non-Kooperasi bukan sikap pasif, melainkan strategi aktif yang menuntut pengorganisasian massa, pendidikan politik, serta gerakan sosial sebagai bagian dari perlawanan.

Ia juga mengkritik banyaknya gerakan hari ini yang muncul secara reaktif tanpa kerangka strategis jangka panjang. Akibatnya, energi gerakan cepat habis setelah momentum berlalu.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan kritis dari peserta. Salah satunya, Sapril, menyoroti kompleksitas perjuangan saat ini yang dinilai lebih rumit dibanding masa kolonial.

“Kalau dahulu yang dilawan itu kolonial Belanda. Sekarang kita berhadapan dengan sesama kita sendiri. Itu yang justru lebih sulit,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Hasbullah menilai semangat Non-Kooperasi tetap relevan dalam konteks kekinian. Ia melihat praktik-praktik kekuasaan yang menyerupai pola kolonial masih hadir, meski dalam bentuk berbeda.

“Praktik seperti represi terhadap aktivis, pembungkaman kritik, atau ketimpangan kekuasaan itu masih ada. Ini menunjukkan semangat Non-Kooperasi tetap relevan, hanya konteksnya yang berubah,” tegasnya.

Diskusi ini menegaskan pentingnya membaca kembali pemikiran Bung Hatta, bukan sekadar sebagai kajian sejarah, tetapi sebagai alat refleksi kritis terhadap situasi politik hari ini. Kegiatan berakhir pukul 16.00 Wita dan dihadiri peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari ASN, akademisi, mahasiswa, hingga pelaku UMKM. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fashion Starter Pack: Upgrade Look dengan Baggy Jeans dan Barrel Pants ala Gen Z di Shopee
• 15 jam lalumedcom.id
thumb
Dipolisikan soal Pelecehan, Dosen Kampus di Jaksel Laporkan Balik Mahasiswi
• 1 jam laludetik.com
thumb
Kakorlantas & Ketua Panitia Cek Kesiapan Venue hingga Rute Kemala Run 2026
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Krisis Energi: Saatnya Bertumpu pada Angkutan Umum
• 15 jam lalukompas.id
thumb
Harga Cabai Rawit Merah Hari Ini Naik
• 16 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.