Mendag ajak masyarakat bawa tas belanja kurangi plastik

antaranews.com
12 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengajak masyarakat mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sebagai langkah sederhana membantu pedagang sekaligus menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok di tengah tantangan pasokan global bahan baku plastik.

Kepada ANTARA di Antara Heritage Center, Jakarta, Kamis, Budi mengatakan, kondisi rantai pasok global saat ini membuat bahan baku plastik, khususnya nafta, semakin sulit diperoleh.

Menurutnya, gangguan pengapalan serta persaingan antarnegara untuk mendapatkan bahan baku menyebabkan distribusi menjadi lebih lambat dan harga plastik berpotensi meningkat.

"Ini sebenarnya kesempatan kita ya dari hal yang kecil. Dari hal yang kecil, kita mulai bijak menggunakan plastik yang mungkin atau sebenarnya tidak perlu," kata Budi.

Baca juga: Mendag: Alternatif impor plastik disiapkan jaga stabilitas harga

Ia mencontohkan, kebiasaan sederhana seperti membawa tas belanja sendiri saat pergi ke pasar. Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi penggunaan plastik oleh pedagang pasar rakyat, sekaligus mengurangi sampah plastik.

"Kalau kita bawa tas, berarti pasar rakyat juga mengurangi penggunaan plastik kan. Kan kalau beli kan pasar rakyat menyediakan plastik. Plastik mahal, para pedagang juga bingung kalau membeli plastik mahal, berarti kan mengganggu ke bahan pokok yang lain," jelasnya.

Budi menilai partisipasi masyarakat penting karena plastik digunakan sebagai kemasan berbagai komoditas pangan. Pengurangan penggunaan plastik dinilai dapat membantu menekan biaya operasional pedagang sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Meski pasokan global menghadapi tekanan, ia memastikan kondisi harga kebutuhan pokok di dalam negeri masih relatif stabil.

Baca juga: Ketua DPR: Harga plastik naik perlu jadi momen beralih ke bahan alami

Berdasarkan pemantauan langsung di pasar, termasuk di Gresik, Jawa Timur, Budi mengatakan bahwa harga berbagai komoditas seperti cabai dan bahan pangan lain masih berada pada kisaran normal, bahkan banyak yang di bawah harga eceran tertinggi (HET).

"Secara umum sebenarnya belum ada peningkatan yang signifikan. Kemarin saya ngecek pasar di Gresik, itu murah-murah banget. Cabai segala macam harganya standar semua. Rata-rata malah di bawah HET. Jadi saya pikir belum signifikan mempengaruhi harga," ujar Budi.

Pemerintah saat ini terus berkoordinasi dengan pelaku industri dan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri untuk memperluas sumber pasokan bahan baku plastik dari berbagai negara agar kebutuhan industri nasional tetap terpenuhi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono minta perencanaan daerah sesuai dengan kondisi tiap wilayah
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Pemerintah Buka 35.476 Lowongan Koperasi Merah Putih 2026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
• 21 jam laludisway.id
thumb
Kesadaran Ekologis Jadi Fondasi Transformasi Energi
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Soroti Fenomena Pelecehan Seksual di Kampus, Anggota DPR Dorong Evaluasi Implementasi UU TPKS
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Ini Identitas 8 Penumpang dan Kru Helikopter Hilang Kontak di Sekadau
• 11 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.