Kumpul Sampah, Ikhtiar Kecil Mengurai Masalah Sampah di Tangsel

kompas.id
12 jam lalu
Cover Berita

Waktu belum genap menunjukkan pukul 08.00 pagi. Satu persatu warga dengan karung di tangan mulai berdatangan. Karung-karung tersebut berisi sampah kering rumah tangga yang telah mereka kumpulkan selama beberapa hari.

Hari itu, Sabtu (11/4/2026), adalah hari yang telah disepakati warga untuk berkumpul bersama. Kumpul bukan sembarang kumpul, tetapi kumpul dengan membawa sampah dari rumah masing-masing. Titik kumpul sampah yang telah disepakati yaitu Balai Warga RW 09 Nusa Loka, Kelurahan Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

Di lapangan yang sehari-harinya berfungsi sebagai lapangan badminton dan lapangan basket tersebut sampah dikumpulkan. Gerakan kumpul sampah ini diinisiasi Bank Sampah Komunitas Hijau RW 09 Leguti.

Di lapangan tersebut pengurus dan anggota komunitas telah menyediakan karung besar dalam beberapa titik. Setiap titik mewakili jenis sampah yang harus dikumpulkan. Misalnya titik kumpul untuk sampah plastik, sampah botol plastik, sampah botol beling, sampah kardus, sampah elektronik, dan lainnya.

Selain untuk membagi jenis sampah, pemilahan ini juga untuk memudahkan penghitungan saat sampah akan diambil pengepul. Setiap sampah yang terkumpul nantinya akan dibeli oleh pengepul. Uang yang terkumpul akan digunakan untuk kegiatan komunitas maupun RW.

Sebagai kegiatan yang baru pertama kali digelar banyak kendala muncul. Salah satunya, warga tidak memilah sampah yang dibawa dari rumah. Alhasil, warga dan panitia membutuhkan banyak waktu dan tenaga untuk memilah sampah sesuai jenisnya.

Sampah Beling

Sampah Kaleng

Sampah Tutup Botol Plastik

Minyak Jelantah

Sampah Elektronik

”Kemarin hanya diminta mengumpulkan sampah kering, tidak disuruh memilah. Makanya ini saya jadikan satu dalam karung ini,” jelas Asen (50-an) salah satu warga saat ditanya kenapa tidak dipilah sampahnya.

Menanggapi hal ini, Ketua RW 09 Lengkong Gudang Timur Andrizal mengatakan bahwa kegiatan hari ini menjadi pelajaran dan bahan evaluasi untuk kegiatan yang akan datang.

”Ini pelajaran yang baik. Besok-besok saat kita mengumumkan jadwal kumpul sampah sekalian warga dikasih tahu untuk memilah sampahnya dari rumah. Sehingga sampai di lapangan ini warga tinggal taruh menurut jenis sampahnya,” ungkap Andrizal.

Kegiatan kumpul sampah ini rencananya akan digelar setiap dua pekan sekali. Munculnya gerakan ini adalah respon dari masalah sampah yang dihadapi Kota Tangerang Selatan dalam beberapa bulan ke belakang. Kota Tangerang Selatan sempah mengalami darurat sampah dikarenakan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang sudah tidak mampu menampung sampah warga.

”Ini bentuk tanggung jawab dan kontribusi kita sebagai warga Tangerang Selatan untuk ikut mengurangi beban sampah ke TPA. Semoga usaha kecil ini akan memberi dampak,” tambah Andrizal.

Dari hasil penimbangan setelah semua sampah dipilah, terkumpul sampah dari berbagai jenis seberat 566,29 kg. Artinya, warga RW 09 Lengkong Gudang Timur tersebut telah berhasil mengurangi pengiriman sampah ke TPA sebanyak lebih dari 500 kg.

Baca JugaTumpukan Sampah di Tangsel Belum Tertangani
Baca JugaTangsel Darurat Sampah, Pembatasan di Hulu Mendesak Dilakukan
Baca JugaTangerang Selatan Darurat Sampah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejar-kejaran 140 Km, Polantas Polda Riau Bekuk Diduga Penculik Anak di Tol
• 15 jam laludetik.com
thumb
Ketua Ombudsman Hery Susanto Ditahan di Rutan Salemba Usai Jadi Tersangka Korupsi Nikel
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Wujudkan Kota yang Nyaman, Pemkab Ajak PKL Ponorogo Mulai Terapkan Pola Lapak Bersih-Rapi
• 18 jam lalurealita.co
thumb
Penembakan di Sekolah Tewaskan Sembilan Orang
• 9 jam laludetik.com
thumb
Ekosistem Perdagangan Karbon Diperkuat lewat Permenhut
• 11 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.